Harga Bawang Putih Meroket, Bawang Impor China Bertebaran di Pasar Sarolangun

Satu pekan jelang bulan puasa Ramadan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Sarolangun mulai merangkak naik.

Harga Bawang Putih Meroket, Bawang Impor China Bertebaran di Pasar Sarolangun
Tribunjambi/Wahyu
Bawang putih impor banyak dijual di Pasar Atas Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Satu pekan jelang bulan puasa Ramadan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Sarolangun mulai merangkak naik.

Di Kabupaten Sarolangun contohnya, harga komoditas bahan pokok seperti bawang, mengalami kenaikan drastis.

Wati, salah seorang pedagang di Pasar Atas Sarolangun mengaku jika harga bawang putih dan bawang merah naik. "Bawang Jawa 40, bawang putih dari Padang 48," katanya.

Katanya, kenaikan ini sangat melonjak karena sebelumnya bawang putih Rp 20 ribu per kilo. "Kemarin 20, 28 sekarang kencang 48," katanya.

Menurut Wati, kenaikan ini disebabkan terlambatnya pasokan dari agen dan perubahan cuaca yang tidak menentu, sehingga mempengaruhi saat pemanenan.

Berbeda dengan komoditas cabai yang sampai saat ini masih normal. Meski sebelumnya sempat naik. "Kemarin Rp 30 ribu, hari ini turun 24 cabe merah, cabe ijo atau cabe rawit 20 ribu," katanya.

Baca: BREAKING NEWS Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, Anggota KPPS 14 Dusun Bangko Wafat Siang Ini

Baca: VIDEO: Tiga Napi, Satu Sipir, dan Kurir Sabu Ditangkap BNN Jambi di Lapas Kuala Tungkal

Baca: Pantau Harga Jelang Ramadan, Bupati Bungo Keliling Pasar Tradisional Modern Bungo

Baca: BPCB Jambi Ikut Meriahkan Hari Pendidikan Nasional, Pemerkan Artefak dan Film Dokumenter Sejarah

Baca: Rio Dusun Telentam Dilantik, Ini Pesan dan Tugas dari Bupati Bungo

Untuk mencukupi kebutuhan bawang putih, banyak pedagang di Sarolangun juga menjual bawang impor dari China.

Dari pantauan TribunJambi.com, beberapa pedagang memiliki puluhan karung bawang putih impor.

Salah seorang pedagang mengaku jika bawang impor dijual Rp 24 ribu per kemasan ukuran setengah kilo.

Namun, pembeli kebanyakan lebih memilih bawang lokal dari pada bawang impor. Ia mengaku bawang putih impor untuk menjaga stok kala bawang lokal kosong. "Untuk jaga jaga kalau stok kosong," katanya.

Namun, bawang putih impor punya kelebihan karena bisa bertahan hingga berbulan-bulan dibanding bawang lokal.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved