Empat Pejabat BKD Muarojambi Jadi Saksi Kasus OTT Suap CPNS, Muncul Fakta Baru Keterlibatan Petinggi

Dua pejabat BKD Muarojambi yang jadi saksi kasus Operasi Tangkap Tangan suap CPNS Muarojambi bantah ada pembahasan uang Rp 100 juta.

Empat Pejabat BKD Muarojambi Jadi Saksi Kasus OTT Suap CPNS, Muncul Fakta Baru Keterlibatan Petinggi
tribunjambi/syamsul
Kejari Muarojambi tetapkan Muhammad Yusuf, Pegawai BKD Muarojambi menjadi tersangka kasus penerimaan CPNS 2018. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua pejabat BKD Muarojambi yang jadi saksi kasus Operasi Tangkap Tangan suap CPNS Muarojambi bantah ada pembahasan uang Rp 100 juta.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Muarojambi hadirkam empat pejabat BKD Muarojambi dalam kasus suap CPNS Kabupaten Muarojambi tersebut.

Empat orang ini menjadi saksi untuk terdakwa M Yusuf dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (10/4).

Empat orang saksi tersebut adalah Kepala BKD Suryadin, Sekretaris BKD Budi Saputra, Kabid Pengangkatan dan Data BKD Nahri dan Kasubag Perencanaan Kepegawaian BKD Muarojambi Ahmad Hariyanto.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dedy Mukhti Nugroho, saksi Ahmad Hariyanto mengaku jika sempat diminta Sekretaris BKD Budi Saputra untuk menyerahkan nama empat orang CPNS Muarojambi dan nomor teleponnya kepada terdakwa M Yusuf.

Baca: Dua Anak Tewas Kesetrum di Rumah Kito Resort, Kurniawan Mengaku Tak Lihat Ada Mesin di Kolam Renang

Baca: Baby Lobster Senilai Rp 10,4 Miliar di Jambi Diterbangkan ke Pantai Pangandaran

Baca: Perpamsi Provinsi Jambi Sebut Tiga PDAM Bermasalah, Dua Kurang Sehat dan Satu Sakit

Baca: Kurangi Aksi Kriminal, 5 Simpang di Kota Jambi Akan Dipasang ATCS yang Terkoneksi ke Polresta Jambi

Baca: Uji Sandar KMP Satria Pratama Tujuan Batam, Bupati Safrial Sebut Kuala Tungkal Pintu Gerbang Jambi

Pertemuan empat saksi dan terdakwa berlangsung pada 22 Desember 2018 di warung sop. Data empat orang CPNS itu kemudian dicatat terdakwa dalam secarik kertas.

Baik saksi Ahmad Hariyanto dan Budi Saputra mengaku tidak ada pembahasan terkait uang Rp100 juta yang diminta terdakwa kepada salah seorang CPNS.

Keterangan kedua saksi dibantah terdakwa Ahmad Yusuf. Menurut terdakwa saksi Budi Saputra lah yang menyampaikan soal permintaan uang Rp100 juta itu.

Kesaksian para saksi pun sempat beberapa kali ditegur hakim. Majelis hakim mengingatkan bahwa kesaksian saksi berada di bawah sumpah dan meminta saksi memberikan keterangan yang benar.

Saksi Budi dalam persidangan ini sempat mengungkapkan sebuah SMS gelap yang ia terima pada 24 Desember.

Pesan teks yang ia terima berupa peringatan agar saksi dan pegawai BKD lainnya tidak melakukan perbuatan di luar ketentuan. Namun saksi tidak bisa menunjukkan pesan tersebut karena mengaku tidak membawa handphone.

Sidang suap CPNS ini ditunda hingga pekan depan dengan agenda masih masih mendengarkan keterangan saksi.

Terdakwa M Yusuf selaku Kasubbid Pengangkatan di BKD Muarojambi serta menjabat sebagai anggota panitia seleksi CPNS Muarojambi ditangkap pihak Kejaksaan Negeri Muarojambi melalui skema operasi tangkap tangan.

Terdakwa didakwa menerima hadiah atau janji berupa uang panjar sebesar Rp19.300.000 dari yang dijanjikan Rp100 juta dari peserta tes CPNS Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2018 yakni saksi asrul Asmawan. Uang itu dimaksud untuk meloloskan Asmawan menjadi CPNS Muarojambi.

Baca: Banyak Jalan di Bungo Rusak, Wabub Akui Telah Anggarkan Rp 15 Miliar untuk Perbaikan

Baca: Polres Tanjab Barat Jambi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 10,4 Miliar ke Singapura

Baca: Bambang Berniat Rusak Mobil Rekannya Pakai Golok, Hakim: Hancurkan Mobil Itu Pakai Palu Bukan Golok

Baca: Dua Mobil Zumi Zola yang Disita KPK Laku Rp 120 Juta, Dibeli Orang Palembang

Baca: Aksi di Gedung Rektorat Unja, Puluhan Mahasiswa Menyoal Masalah Parkiran hingga Beasiswa Bidikmisi

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved