Bangunan Baru Ditemukan di Komplek Candi Kedaton Muarojambi, Tim Arkeolog Masih Lakukan Penelitian

Tim arkeolog menemukan adanya bangunan baru yang diduga masih bagian dari komplek situs percandian Muarojambi.

Bangunan Baru Ditemukan di Komplek Candi Kedaton Muarojambi, Tim Arkeolog Masih Lakukan Penelitian
Tribunjambi/Samsul Bahri
Tim arkeolog menemukan adanya tempat baru yang diduga masih bagian dari komplek situs percandian Muarajambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Tim arkeolog menemukan adanya bangunan baru yang diduga masih bagian dari komplek situs Candi Muarojambi. Penemuan lokasi ini berada di areal komplek Candi Kedaton.

Penemuan ini disampaikan oleh Retno Purwanto, ketua tim penelitian arkeolog dengan tema fungsi struktur bata menapo ujung tanjung II situs kawasan Candi Muarojambi.

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2018 lalu, dalam penelitian tersebut pihaknya menduga temuan dengan bentuk struktural bebatuan tersebut berkaitan dengan bangunan air. Namun, dugaan tersebut berbeda ketika dalam penelitian yang dilakukan selama 16 hari lalu tepatnya tanggal 26 Maret 2019.

“Di awal itu kita lakukan penelitian, kita menduga itu struktur bangunan air. Bangunan air ini kan macam-macam, ada irigasi, bendungan, kolam pemandian, atau parit. Tapi saya tidak menyimpulkan apa, hanya secara umum kita duga itu bangunan air,” jelasnya kepada Tribunjambi.com, Rabu (10/4).

Baca: VIDEO: Sungai Tembuku Menyempit, Warga di Kelurahan Budiman Kota Jambi Dihantui Banjir Dadakan

Baca: Lagi Peralihan Musim, BPBD Minta Masyarakat di Bungo Waspadai Cuaca Ekstrem

Baca: Setahun Dianggarkan Rp 30 Juta, Warga Miskin di Tanjab Timur Bisa Ajukan Bantuan Kaki Palsu

Baca: Hati-hati Beli Tanah di Jambi, Ini Empat Daerah Rawan Pemalsuan Surat Tanah di Jambi

Baca: Gara-gara Belum Lapor LHKPN, Empat Pejabat di Tanjab Barat Terancam Kehilangan Pangkat dan Jabatan

Lebih lanjut Ia menceritakan bahwa pada penelitian awal di tahun 2018 lalu, pihaknya hanya melakukan penelitian awal. Yang mana dalam penelitian tersebut, pihaknya belum melakukan pengalian sampai dasar.

“Terakhir itu kita temukan ada lempung lano ternyata tipis-tipis kemudian diantara bata itu ada lumut segala macam itu kalo tidak sering dialirin lembab jadinya. Dan itu indikasinya kita menduga kalo itu struktur bangunan air,” terangnya.

Selain itu, dugaan awal tersebut juga dikuatkan dengan penemuan struktur bangunan yang juga berada tidak jauh dari lokasi struktur bangunan tersebut. Disisi lain, berdasarkan informasi dari masyarakat struktur bebatuan tersebut dibilang sebagai tempat penjernih air.

"Kemudian ada yang bilang penjernih air, tapi itu tidak mungkin, karena dikatakanlah di abad 9 yang lalu, kondisi air masih baik. Jadi tidak mungkin untuk penjernih air," sebutnya.

"Kalo pun itu tempat penjernih, pasti ada alat untuk mengangkut air, seperti kincir air, dan itu tidak kita temukan dan itu tidak mungkin," pungkasnya.

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved