Sidang Pembunuhan Yuliana, di Pengadilan Alex Buat Pengakuan yang Mengejutkan

Pengadilan Negeri Muarojambi kembali menggelar sidang pembunuhan Yuliana dengan terdakwa Muhammad Salman Gusti alias Alex, Selasa (9/4).

Sidang Pembunuhan Yuliana, di Pengadilan Alex Buat Pengakuan yang Mengejutkan
tribunjambi/syamsul bahri
Sidang pembunuhan Yuliana dengan terdakwa Alex di Pengadilan Negeri Muarojambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Pengadilan Negeri Muarojambi kembali menggelar sidang pembunuhan Yuliana dengan terdakwa Muhammad Salman Gusti alias Alex, Selasa (9/4). Agenda sidang kali ini yaitu melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa.

Dalam kesempatan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan keterangan saksi ahli Psikologi yang ada dalam Berita Acara Perkara (BAP). Dibacakan oleh JPU, Zulfadli bahwa Terdakwa memiliki sifat yang agresif.

"Kontak mata baik, kemudian sikap tidak tenang dan sering mendudukan kepala. Kemudian dapat bercerita yang baik, selain itu tampak agresif," ucap Zulfadli.

Sementara, dalam kesempatan ini terdakwa menjelaskan kronologi dari mulai Ia berangkat dari rumah sampai dengan Ia kembali ke rumahnya. Dikatakan oleh Alex, bahwa Ia berniat pergi ke Talang Babat karena disuruh oleh Istrinya untuk mengambil burung.

"Waktu itu, ada orang di warung yang komunikasi dengan istri saya, kemudian istri saya menyuruh saya mengambil burung dengan memberikan saya uang Rp 8 juta rupiah dan juga selembar kertas berisikan nomor HP," jelasnya.

Baca: KPU Kota Jambi Kekurangan 60 Boks Surat Suara, Yanto Akui Dalam Proses Pengiriman

Baca: Tak Punya Anggaran, Pemprov Jambi Pastikan Tak Rekrut Pegawai P3K Tahun Ini

Baca: Dua Pemuda Ditangkap Setelah Mencuri TV di Sekolah Sendiri, Hakim: Enakkan Dipenjara?

Baca: BKPSDM Tanjab Barat Akan Panggil Guru SD 58, Pengawas Hingga Disdik, Ternyata Masalah Dua Tahun Lalu

Baca: VIDEO: Detik-detik Iriana Jokowi Selamatkan Balita Saat Kampanye Capres 01 di Jawa Barat

Ia melanjutkan bahwa kemudian Ia pergi mengendarai motor RX King menuju Talang Babat. Berdasarkan penyampaiannya bahwa Istrinya juga menyuruh Alex untuk ke Bengkel Sutrisno, dan menyuruhnya meminjam HP untuk menelpon nomor yang ada dalam kertas tersebut.

"Tapi sebelumnya sampai itu ada mogok motor, bedorong sampai ke Bengkel Sutrisno, kemudian saya minta tolong untuk di telponkan nomor yang ada di kertas, tapi tidak nyambung-nyambung," sebutnya.

"Kemudian saya perbaiki motor, sampai sekitar jam 15.00 WIB saya pulang, sampai Sengeti sekitar 16.30 WIB," ucapnya.

Namun berdasarkan keterangan-keterangan yang disampaikan oleh terdakwa, ada beberapa hal-hal yang masih dipertanyakan oleh Hakim, JPU, dan pengacara terdakwa. Yang mana ada pertanyaan kenapa terdakwa tidak langsung berkomunikasi dengan orang yang menyuruh istrinya untuk mengambil burung.

"Saya memang seperti itu, saya disuruh sama istri saya, saya langsung pergi ke mana yang dibilangnya," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved