Dibantu Bank Jerman Rp 225 Miliar, Pembangunan TPA di Kota Jambi Baru 11 Persen

Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan lahan seluas 21,3 hektare untuk TPA dengan sistem sanitary landfill.

Dibantu Bank Jerman Rp 225 Miliar, Pembangunan TPA di Kota Jambi Baru 11 Persen
Tribunjambi/Rohmayana
Wali Kota Jambi, Fasha meninjau lokasi lahan yang akan dibangun TPA menggunakan sistem sanitary landfill, Senin (8/4). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan lahan seluas 21,3 hektare untuk TPA dengan sistem sanitary landfill. Dalam pembangunan TPA tersebut, pemerintah Kota Jambi dibantu oleh Bank Pembangunan Jerman senilai 13,4 juta Euro atau senilai Rp225 miliar.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, saat ini progresnya sudah 11 persen. Kata dia proses pembangunan sepenuhnya oleh pemerintah pusat dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah Kota Jambi.

"Kami sudah siapkan lahannya dan sarana lainnya. Proyek ini diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu 18 bulan," kata Fasha saat meninjau lokasi tersebut pada Senin, (8/4).

Fasha juga mengatakan proses pembangunan saat ini sudah memasuki bulan ke 6 sehingga tinggal menyisakan 12 bulan lagi. Jika sudah selesai dibangun diperkirakan TPA sanitary landfill ini dapat menampung sampah sebanyak 620. 000 kubik sampah.

Baca: VIDEO: Final Piala Presiden 2019 akan Hasilkan Juara Baru atau Juara Ulang

Baca: Hasil Uji Labor Danau Kerinci Mengandung Merkuri, Sekda Kerinci Minta Uji Ulang

Baca: Ditinggal Jualan di Pasar, Rumah Erlinawati di Sungai Penuh Ludes Terbakar

Baca: JPU Kejari Jambi Ajukan Banding, Tak Terima Mantan Kades Balai Semurup Kerinci Divonis 2,5 Tahun

Baca: LKPJ Dikritik, Ini Tanggapan Bupati Safrial Atas Pandangan Umum Anggota DPRD Tanjab Barat

"Jadi diperkirakan bisa menampung selama kurang lebih 5 tahun untuk satu selnya. Kalau ini sudah jadi nantinya pemerintah pusat juga berjanji akan menambah jumlah selnya yang bisa digunakan untuk cadangan ketika ini sudah overload," tambahnya.

Namun yang lebih penting, kata Fasha adalah proses pemilahan sampah itu sendiri. Di masyarakat bisa memilah langsung sampah organik dan anorganik. Selain itu juga melalui bank sampah gimana sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan dapat dikumpulkan dan yang sudah benar-benar tidak bisa lagi digunakan maka akan dibuang ke TPA sanitary landfill.

"Jadi bisa dibilang sampah yang dibuang ke TPA dengan sistem sanitary landfill ini adalah sampah-sampah yang sudah tidak bisa lagi direcycle atau digunakan lagi. Bisa dibilang 50 persen dari total keseluruhan produksi sampah yang akan dibuang ke sini," ujarnya.

Kata Fasha produksi sampah di Kota Jambi setiap harinya berkisar di angka 600 ton atau kurang lebih 1.500 kubik. Dari jumlah itu sampah organik diperkirakan sekitar 60 persen dan anorganik 40 persen.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved