JPU Kejari Jambi Ajukan Banding, Tak Terima Mantan Kades Balai Semurup Kerinci Divonis 2,5 Tahun

jaksa Kejari Jambi melakukan banding atas putusan hakim terhadap dugaan korupsi Dana Desa di Kerinci yang dinilai terlalu rendah dari tuntutan jaksa.

JPU Kejari Jambi Ajukan Banding, Tak Terima Mantan Kades Balai Semurup Kerinci Divonis 2,5 Tahun
Tribunjambi/Jaka HB
Alfian selaku mantan Kepala Desa (kades) Balai Semurup, Kecamatan Ari Hangat, Kabupaten Kerinci, saat menjalani sidang sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana desa. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lexy Fatharani Kurniawan, Kasi Penkum Kejati Jambi mengatakan jaksa melakukan banding atas putusan hakim terhadap dugaan korupsi Dana Desa di Kerinci yang dinilai terlalu rendah dari tuntutan jaksa.

"Saat ini banding mengingat putusan kurang dari 2/3 tuntutan jaksa," kata Lexy, Senin (8/4).

Terdakwa Elfian yang merupakan Kepala Desa Balai Semurup awalnya dituntut hukuman 6,5 tahun penjara. Sementara putusan hakim memutuskan 2,5 tahun.

JPU juga menuntut terdakwa membayar denda senilai Rp200 juta dan uang pengganti kerugian negara senilai Rp275.390.000.

Elfian, mantan Kepala Desa Balai Semurup, Kabupaten Kerinci didakwa melakukan perbuatan korupsi Dana Desa pada 2016 silam. Perbuatannya dinilai telah menimbulkan kerugian negara Rp250 juta dari Dana Desa dan Rp50 juta dari ADD. Kejari Sungai Penuh telah menahannya sejak tanggal 16 Oktober 2018 lalu.

Baca: Melihat Persiapan Pemilu di Singkut Sarolangun, PTPS Diberi Pematangan Pengawasan

Baca: LKPJ Dikritik, Ini Tanggapan Bupati Safrial Atas Pandangan Umum Anggota DPRD Tanjab Barat

Baca: Juru Bicara KPK Beberkan 60 Anggota DPRD di Jambi Belum Laporkan Harta Kekayaannya

Baca: Pemuda di Kerinci Ini Sengaja Rekam Perbuatan Cabulnya dengan Pacar, Jadi Senjata buat Ngancam

Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejari Sungai Penuh mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jambi terhadap terdakwa korupsi Dana Desa Balai Semurup, Kabupaten Kerinci, Elfian.

Hakim Pengadilan Tipikor Jambi pada 1 April lalu membebaskan Elfian dari dakwaan primair JPU Kejari Jambi.

Hakim Ketua Yandri Roni, serta Erika Sari Emsah Ginting dan Hiashinta Fransiska Manalu masing-masing sebagai hakim anggota kemudian menyatakan Elfian terbukti pada dakwaan subsider.

Majelis hakim menyatakan Elfian terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Elfian juga dikenakan denda senilai Rp100 juta dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp220.795.965,-.

JPU sebelumnya menuntut terdakwa Elfian dengan dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved