Kisah Militer RI
Inilah Pasukan Elite Ganas Indonesia, Gabungan Kopassus, Kopaska & Denjaka, Basmi Bajak Laut Somalia
Inilah Pasukan Elite Ganas Indonesia, Gabungan Kopassus, Kopaska & Denjaka, Basmi Bajak Laut Somalia
Inilah Pasukan Elite Ganas Indonesia, Gabungan Kopassus, Kopaska & Denjaka, Basmi Bajak Laut Somalia
TRIBUNJAMBI.COM - Negara-negara di dunia tahu, bila Indonesia memiliki kekuatan militer dengan tiga pasukan angkatannya.
Baik TNI Angkatan Darat, Udara dan Lautnya menjadi momok menakutkan bagi negara yang ingin mencari masalah dengan Indonesia.
Apalagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) cukup pengalaman dalam hal pembebasan sandera.
Kehebatan pasukan TNI yakni Marinir saat membebaskan WNI yang yang disandera bajak laut Somalia pada 2011, misalnya, bahkan disebut-sebut mirip film Captain Phillips.
Tribunjambi.com melansir dari TribunJateng TNI memburu perompak Somalia setelah kapal MV Sinar Kudus yang dioperasikan PT Samudera Indonesia dibajak di perairan Laut Arab pada 16 Maret 2011.
Baca Juga:
KKB Papua Ancam Penyelenggara Pilpres 2019, Berani Masuk Daerahnya Kena Tembak
VIDEO: Pohon Tinggi di Kota Jambi Rawan Tumbang, Warga Diminta Waspada
Penyerahan SK CPNS Kota Jambi Dijadwalkan Awal April, BKPSDM Pastikan Paling Lambat Minggu Depan
PEMBAJAK Pakai Pistol Mainan Ditembak Mati Pasukan Khusus: Sempat Tawan Pramugari, Ini Kisahnya
Didukung Astra Internasional, Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Asad Jambi Diresmikan
Kapal yang bermuatan ferro nikel yang berlayar dari Sulawesi menuju Rotterdam Belanda.
Presiden SBY kemudian meminta agar dilakukan langkah untuk melindungi WNI yang disandera dan membebaskan MV Sinar Kudus melalui berbagai opsi.

Baca Juga:
Firasat Aneh Sebelum Imam Masjid di Jambi ini Dibunuh, Beli Selang Air dan Minta Keluarganya Kumpul
Viral Video Luhut Binsar Beri Amplop ke Kyai Ponpes, GP Ansor Malang: Jangan Dipolitisir
Indonesia Diganggu, Soekarno pun Murka & Perintahkan Kopassus serta Pasukannya Ganyang Malaysia
Markas Komando Korps Marinir pun telah menerbitkan buku tentang keberhasilan membebaskan sandera tersebut.
Buku setebal 184 halaman itu dibeberkan lengkap bagaimana rapat-rapat dijalankan, latihan dilakukan, hingga keputusan diambil Komandan Satgas Merah Putih Mayjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin untuk menyergap para perompak tersebut.
Dilansir dari Wikipedia operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus adalah sebuah operasi untuk membebaskan awak kapal MV Sinar Kudus yang disandera di Somalia.
Dalam pembebasan ini dibentuklah Satgas Merah Putih, Satuan tugas militer ini dibentuk untuk menyelamatkan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak secara milter.

Satgas melibatkan dua kapal fregat yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592 dan satu helikopter, “sea riders” dan LCVP.
Personel yang dikerahkan terdiri atas pasukan khusus dari Kopassus (Satuan 81/Penanggulangan Teror), Korps Marinir (Denjaka) dan Kopaska.
Sebelumnya kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudra Indonesia (persero) dibajak Perompak Somalia pada tanggal 16 Maret 2011 dan membawa 20 ABK.
Kapal berbobot 8.911 ton itu membawa feronikel dengan tujuan Belanda.
Baca Juga:
Soekarno Telepon Sosok Muda Pendiri Kopassus Ini, Ujung-ujungnya Tamparan Keras di Pipi Soeharto
VIDEO: Viral Angin Puting Beliung Hampir Menghantam Gedung Tinggi, Kejadian Selanjutnya Bikin Kaget
Pencairan Dana Desa 2019 Dipermudah, 39 Desa di Sarolangun Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap Satu
Hasil Sementara Persebaya Surabaya vs Madura United Semifinal Piala Predisen 2019 , Skor 0-0
Ketika dibajak, MV Sinar Kudus berada di Perairan Somalia tepatnya di sekitar 350 mil laut tenggara Oman.