Setahun Diresmikan Proyek Waste to Energy Kota Jambi Tak Juga Beroperasi, Ini Alasan DLH Kota Jambi

Hingga saat ini proyek waste to energy (WTE) di Kota Jambi yang telah diresmikan awal 2018 lalu tak kunjung dioperasikan.

Setahun Diresmikan Proyek Waste to Energy Kota Jambi Tak Juga Beroperasi, Ini Alasan DLH Kota Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Proyek waste to energy (WTE) di Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Hingga saat ini proyek Waste to Energy (WTE) di Kota Jambi yang telah diresmikan awal 2018 lalu tak kunjung dioperasikan. Proyek pengolahan sampah organik tersebut dibangun dari dana hibah Integrated Resource Recorvery Center (IRRC).

"Saat ini dalam proses komisioning atau uji coba, dalam arti uji coba pemakaian," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi.

Pemerintah kota Jambi saat ini hanya tinggal menunggu serah terima dari Kementerian KLHK terkait pengoperasian proyek tersebut. Proyek tersebut dibangun persis di samping Pasar Talang Banjar Baru.

"Untuk pengelolaan ke depan kita tinggal menunggu serah terima asetnya dari Kementerian kepada pemerintah Kota Jambi. Setelah itu baru kita operasikan secara utuh," tambahnya.

Baca: Zani Menangis Ketika Dengar Jaksa Menuntut 7 Tahun Penjara, Ingat Istri dan Dua Anaknya

Baca: Sisa 20 Kilometer, Warga Tanjabtim Menolak Jual Tanahnya untuk Jalan ke Pelabuhan Ujung Jabung Jambi

Baca: Peringati Hari Air Sedunia, BWSS VI Jambi Lakukan Bersih-bersih Sungai

Baca: VIDEO: Detik-detik Evakuasi Siswa SD yang Terjebak Banjir di Bandung

Ardi mengatakan bahwa saat ini masih dalam tahap evaluasi akhir pengoperasion WTE. "Sudah dilaporkan kepada penyumbang dana, selanjutnya nanti pihak penyumbang dana akan menyerahkan kepada kementrian KLHK dan selanjutnya diserahkan ke Kota Jambi untuk dioperasikan secara penuh," ujarnya.

Dia mengatakan saat ini sudah uji coba pengoperasian dan sudah menghasilkan gas metan. Saat ini sudah ada sebanyak 10 rumah atau kompor gas yang menikmati gas metan tersebut.

"Kebijakan walikota agar wilayah sekitar itu nantinya jadi kampung metan, sehingga masyarakat bisa menikmati," tambahnya.

Ardi menyebut saat proses uji coba berlangsung secara baik dan tidak ada kendala. Balon gas yang ada di sana menggelembung terisi oleh gas. Sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Selain untuk kompor gas juga akan dikonversikan ke energi listrik sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik di Talang Banjar," katanya.

Setiap harinya kata Ardi, ada 3 ton sampah organik yang diolah di WTE tersebut. Jika produksinya meningkat di tahun depan maka sampah yang diolah dapat mencapai 5 ton. Pasokan sampahnya diolah dari Pasar Talang Banjar dan pasar-pasar lainnya.

"Ada beberapa pasar penunjang, meski belum optimal pemanfaatan sampah organiknya. Kemungkinan ada duplikasi jika yang ada saat ini berjalan dengan baik. Sehingga dapat mengurangi pembuangan sampah ke TPA, dan TPA kita akan awet," katanya.

Baca: Puluhan Massa Ngamuk Mendesak Masuk Kantor KPU Sarolangun, Aparat TNI-Polri Langsung Pukul Mundur

Baca: Hutan Radah Air di Jambi Rusak, Massa Tuntut BPHP Provinsi Jambi Lakukan Tindakan Tegas

Baca: Kabupaten Bungo Kekurangan 900 Lebih Guru PNS, Ini yang Akan Dilakukan BKPSDM Bungo

Baca: VIDEO: Heboh! Bayi Baru Lahir Ini Langsung Bisa Jalan, Bikin Perawatnya Kaget

Sebelumnya Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, bahwa Pasar Talang Banjar Baru nantinya akan dijadikan pasar tradisional modern. Selain dilengkapi dengan WTE, pasar ini juga akan dilengkapi fasilitas lain.

"Fasilitas lain seperti musala juga akan dibangun, kerjasama dengan pihak ke 3," katanya.

Kata dia, untuk saat ini suplai listrik di Pasar Talang Banjar tersebut masih mengandalkan dari PLN.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved