Tradisi Cheng Beng di Jambi, Ada Ritual Pemberian Kertas Sembahyah di Makam Leluhur, Ini Maknanya

Setiap tanggal 5 April, masyarakat Tionghoa selalu melaksanakan ritual ziarah kubur ke makam orang tua atau leluhur yang telah meninggal.

Tradisi Cheng Beng di Jambi, Ada Ritual Pemberian Kertas Sembahyah di Makam Leluhur, Ini Maknanya
Tribunjambi/Zulkifli
Tradisi Cheng Beng, warga Tionghoa ziarah makam leluhur dan membakar uang kertas. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setiap tanggal 5 April, masyarakat Tionghoa selalu melaksanakan ritual ziarah kubur ke makam orang tua atau leluhur yang telah meninggal. Begitupun masyarakat Tionghoa yang ada di Provinsi Jambi.

Tradisi itu dikenal dengan istilah Cheng Bheng untuk mengenang arwah leluhur.

Ritual Cheng Bheng dilakukan dengan datang membersihkan dan melakukan sembahyang di kuburan leluhur bersama-bersama para keluarga dengan membawa berbagai jenis makanan.

Ketua Majelis Tinggi Agama Kong Huchu Indonesi (Matakin) Jambi, Darman Wijaya saat dihubungi Tribunjambi.com, Sabtu (30/3) menyampaikan, hampir semua masyarakat Kong Huchu melaksanakan ritual Cheng Bheng setiap tanggal 5 April setiap tahunnya. Begitupun di Provinsi Jambi pun masih melaksanakan tradisi ini.

Baca: Kabar Gembira, April TPP PNS Provinsi Jambi Naik 20 Persen

Baca: Rumah Potong Hewan di Jambi Digerebeg Polda Jambi, Karyawan Lari Kocar-kacir, Ada Suara Tembakan

Baca: VIDEO VIRAL: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tiba-tiba Push Up di Hadapan Siswa, Kuat 50 Kali

Baca: Tiga Anaknya Meninggal, Kini Bayi Perempuannya Lahir Tanpa Anus, Sardi Bingung Cari Biaya Berobat

Baca: Jelang Debat Keempat Pilpres 2019 Live Streaming Metro TV SCTV dan Indosiar, Wajib Sesuai Tema

Mereka datang ke kuburan para leluhurnya untuk melakukan sembahyang sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap arwah leluhur yang telah meninggal dunia dan untuk berdoa.

"Maknanya supaya untuk mengenang leluhur. Yang dilakukan sembahyang aja, berkumpul bersama keluarga," kata Darman.

Disebutkan Darman, sembahyang dilakukan untuk berdoa kepada leluhur agar keluarga diberikan keselamatan dan ditambahken rezeki.

Selain itu, dalam tradisi Cheng Bheng ada ritual pemberian kertas sembahyah di pusara leluhur, itu dimaknakan sebagai pemberian uang belanja kepada arwah leluhur mereka yang telah meninggal dunia.

"Yang dikasi itu kertas sembahyang aja, istilahnya sebagai uang belanja mereka," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved