Kabar Gembira, April TPP PNS Provinsi Jambi Naik 20 Persen

Mulai April tahun ini, pemerintah Provinsi Jambi menaikkan nominal pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai kepada ASN Provinsi Jambi.

Kabar Gembira, April TPP PNS Provinsi Jambi Naik 20 Persen
tribunjambi/zulkifli
Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Jambi Husairi 

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Mulai April tahun ini, pemerintah Provinsi Jambi menaikkan nominal pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kepada ASN di lingkup Pemprov Jambi, setelah Pergub diteken Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Kenaikan TPP pegawai di lingkup Pemprov Jambi tersebut sebesar 20 persen dari TPP sebelumnya, berdasarkan eselon.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Husairi saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, mengatakan, pada bulan April besok TPP sudah bisa diterima. Pihak BKD juga telah mengundang para kepala OPD untuk mensosialisasikan tentang Pergub tersebut.

"Saya undang sosialisasikan, yang diteken pak Gubernur itu kan Pergub, Pergub tu nak dikasi tahu apa saja isinya. Karena Pergub itu terus mengalami penyempurnaan," kata Husairi belum lama ini.

Baca: VIDEO VIRAL: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tiba-tiba Push Up di Hadapan Siswa, Kuat 50 Kali

Baca: Rumah Potong Hewan di Jambi Digerebeg Polda Jambi, Karyawan Lari Kocar-kacir, Ada Suara Tembakan

Baca: Jelang Debat Keempat Pilpres 2019 Live Streaming Metro TV SCTV dan Indosiar, Wajib Sesuai Tema

Baca: Tiga Anaknya Meninggal, Kini Bayi Perempuannya Lahir Tanpa Anus, Sardi Bingung Cari Biaya Berobat

Ditambahkan Husairi, besaran TPP yang diterima para pegawai tersebut berdasarkan kinerja dan kedisiplinan. dengan persentase kedisiplinan sebanyak 40 persen dan kinerja 60 persen.

"Kedisiplinan itu iyalah apel pagi dan sore, bukan sekedar absen. Kalau ia absen tapi tidak apel, itu TPP nya bisa dipotong," beber Husairi.

Dijelaskannya, meskipun indikator apel ini belum tertuang di dalam Pergub namun menurut Husairi ini akan coba disosialisasikan dengan lisan, agar para pegawai kedepan tidak terkejut.

Selain itu disampaikan Husairi, kedepan pemberian besaran TPP akan lebih ketat lagi dari saat ini, akan dikaji berdasarkan Anjab ABK, beban kerja dan beban risiko. Tidak dipukul rata berdasarkan eselon. Pengawai yang beban kerja dan resiko kerjanya lebih tinggi akan mendapatkan TPP lebih besar.

"Tapi saat ini kajian ini belum selesai. Harusnya pemberian TPP berdasarkan itu. Kalau kami memaksakan berdasarkan itu, sampai kini TPP dak jalan-jalan. BKD disorot KPK dinilai tidak menjalankan TPP. Makannya sementara ini dipukul rata berdasarkan eselon," pungkas Husairi.

Baca: 243 Peserta CPNS di Batanghari Terima SK CPNS, Ini Besaran Gaji yang Akan Mereka Terima

Baca: Kenaikan Tarif PDAM Tirta Mayang, Warga Kota Jambi Ajukan Uji Materiil ke Mahkamah Agung

Baca: PAD Kota Sungai Penuh Rp 44 Miliar, Wali Kota Minta Masyarakat Sadar Bayar Pajak

Baca: Pengendara Roda Empat dan Dua Berkendara sambil Merokok Bakal Dikenakan Denda Atau 3 Bulan Penjara

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved