Nelayan Jaring di Tanjab Timur Ngadu Minta Pengguna Pukat Harimau Ditangkap

Perwakilan nelayan mengadu ke pemda terkait maraknya penggunaan trawlls di perairan sungai di Tanjab Timur.

Nelayan Jaring di Tanjab Timur Ngadu Minta Pengguna Pukat Harimau Ditangkap
Tribunjambi/Abdul Usman
Nelayan jaring mengadu ke Dinas Perikanan Tanjab Timur terkait pukat harimau. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Perwakilan nelayan mengadu ke pemda terkait maraknya penggunaan trawlls di perairan sungai di Tanjab Timur.

Belasan nelayan yang berada dari beberapa desa dan kelurahan, mendatangi Dinas Perikanan Tanjab Timur guna melakukan rapat kesepakatan nelayan trawlls dan nelayan jaring. Serta mengadu terkait keluhan mereka.

Rapat yang berlangsung di Kantor Perikanan Kabupaten Tanjab Timur tersebut, dipimpin langsung oleh kepala dinas perikanan dan pihak terkait. Dimana dalam pertemuan tersebut nelayan jaring mengeluhkan maraknya aktivitas trawlls yang terjadi di wilayah mereka.

Baca: Pasca Dilanda Banjir, Warga Sekitar Sungai Batang Tabir Terserang Gatal-gatal

Baca: Revisi Perda Pendidikan, Pansus DPRD DKI Jakarta Kunjungi Dewan Provinsi Jambi

Baca: Kabupaten Bungo Dapat Dana Banpol Tertinggi di Jambi, Partai Demokrat Tertinggi

Baca: Kasus Penistaan Agama yang Menjerat Seorang Pendeta dan Pensiunan Dilimpahkan ke Kejaksaan Jambi

Dikatakan Bakri (58) saat dikonfirmasi tribunjambi.com, mengatakan dirinya bersama beberapa rekan nelayan lainya yang berada di desa bahkan kecamatan tetangga sengaja mendatangi kantor perikanan untuk mengadu nasip.

"Ini kali kedua kita mendatangi dinas perikanan, dimana sebelumnya pada Selasa lalu kita sudah mengadu ke sini, dan pada hari ini kita dijadwalkan bertemu dengan pihak terkait untuk memecahkan permasalahan kita," ujarnya.

Tuntutan para nelayan jaring hanya satu, yakni pemerintah dan pihak terkit tanggap dan bergerak membantu nelayan kecil yang dijajah dengan nelayan yang menggunakan Trawlls (pukat harimau) yang marak terjadi di sungai-sungai kecil yang menjadi sumber penghasilan nelayan jaring.

"Dengan adanya pertemuan ini kita berharap ada solusi dan langkah yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved