Dua Tower PLN Rubuh, Pemilik Usaha Pada Kelimpungan Sudah Seminggu Listrik di Kerinci Padam
Aliran listrik PLN ke Kabupaten Kerinci padam dan hingga kini belum ada kepastian kapan akan menyala.
Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sudah sepekan terakhir ini warga Kabupaten Kerinci hidup dalam gulita. Aliran listrik PLN ke Kabupaten paling barat provinsi itu padam dan hingga kini belum ada kepastian kapan akan menyala.
Diketahui putusnya aliran listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, akibat dua unit tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) rusak berat. Kerusakan terjadi karena tower roboh akibat longsor terjadi di wilayah Kecamatan Batang Merangin.
Padamnya listrik yang sudah satu pekan ini berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Terutama usaha yang menggunakan aliran listrik.
Baca: Nelayan Jaring di Tanjab Timur Ngadu Minta Pengguna Pukat Harimau Ditangkap
Baca: Revisi Perda Pendidikan, Pansus DPRD DKI Jakarta Kunjungi Dewan Provinsi Jambi
Baca: Kabupaten Bungo Dapat Dana Banpol Tertinggi di Jambi, Partai Demokrat Tertinggi
Baca: Kasus Penistaan Agama yang Menjerat Seorang Pendeta dan Pensiunan Dilimpahkan ke Kejaksaan Jambi
Seperti usaha fotokopi, isi ulang air minum dan sebagainya. Mereka tidak bisa beroperasi, karena disebabkan listrik padam.
"Ya, sejak listrik padam Sabtu pekan kemarin, sampai sekarang usaha fotokopi saya tidak beroperasi," kata Deri pengusaha fotokopi asal Sitinjau Laut.
Senada juga diakui Holendri pengusaha isi ulang air minum asal Kecamatan Danau Kerinci. Bahwa sejak listrik padam, ia tidak berpenghasilan lagi.
"Usaha tidak jalan, karena tanpa listrik kita tidak beroperasi. Jelas berdampak pada penghasilan kita," tuturnya dan berharap kepada pihak PLN untuk dapat mengatasi pemadaman listrik tersebut.
Selain itu, ibu rumah tangga pun mengeluh akibat padam totalnya listrik di kabupaten Kerinci. Karena sayur-sayuran dan ikan membusuk di kulkas.
"Semua barang dak biso dimasukan dalam kulkas karena listrik mati. Masak nasi dengan mejikom jugo dak bisa terpakso dengan gas elpiji," ujar beberapa orang IRT.
Sementara itu, pihak PLN sejak terjadinya kerusakan terus berusaha melakukan perbaikan di lokasi terjadinya kerusakan. Namun hingga kini proses perbaikan masih belum selesai.
General Meneger PLN Sungai Penuh, Andi dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan perbaikan terhadap gangguan yang terjadi.
Baca: Pasca Dilanda Banjir, Warga Sekitar Sungai Batang Tabir Terserang Gatal-gatal
Baca: Via Vallen Diundang ke Rusia Akan Bawa Dangdut Koplo, Tampil Bareng Michael Bolton & Timbaland
Baca: Harga Daging Ayam Jadi Penyebab Muara Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen
Baca: BREAKING NEWS Tembakan Dilepaskan ke Arah Masjid Al Noor, Polisi Langsung Sisir Gedung Sekitar
Katanya menjelang perbaikan dilakukan, untuk pelayanan listrik terhadap masyarakat dilakukan suplai listrik dari Solok Selatan dan beberapa genset.
"Kita manuver suplai listrik dari PLTM di Solok Selatan, ditambah dengan bantuan genset dari Palembang, Muara Bungo, Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh. Tapi itu semua belum bisa mengcover seluruh daerah padam di Sungai Penuh dan Kerinci," ungkapnya.