Harga Daging Ayam Jadi Penyebab Muara Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen

Komoditi yang paling banyak menyumbang deflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,1288 persen, bawang merah sebesar 0,0403 persen.

Harga Daging Ayam Jadi Penyebab Muara Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen
TRIBUNJAMBI/FITRI AMALIA
Warga tengah membeli daging ayam, Minggu (12/8/2018). Pemprov Jambi menjamin ketersediaan daging ayam dan daging sapi aman saat Idul Adha 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pada Februari 2019, Kota Muara Bungo mengalami deflasi 0,20 persen. Berdasarkan data yang Tribunjambi.com dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Muara Bungo sebesar 132,94.

Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Bungo, Soni Ahmad Wirawan menyampaikan, deflasi di Kota Muara Bungo terjadi pada empat kelompok pengeluaran barang dan jasa akibat adanya penurunan IHK.

"Kelompok pengeluaran itu, ada kelompok bahan makanan sebesar 0,91 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,04 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen," jelasnya, saat dijumpai di Kantor BPS Kabupaten Bungo, Jumat (15/3/2019).

Baca: SLB Bungo Matangkan Persiapan Ujian, 17 Siswa Akan Ikut Ujian Akhir

Baca: BREAKING NEWS Tembakan Dilepaskan ke Arah Masjid Al Noor, Polisi Langsung Sisir Gedung Sekitar

Baca: OTT KPK Di Surabaya Jawa Timur, Seorang Ketua Umum Partai Politik Ditangkap

Baca: Mi Hijau, Menu Sehat yang Digemari Warga Jambi, di Sini Alamatnya

Disampaikannya, komoditi yang paling banyak menyumbang deflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,1288 persen, bawang merah sebesar 0,0403 persen, cabai merah sebesar 0,0381 persen, dan nila sebesar 0,0346 persen.

Ada pun kelompok yang menyumbang inflasi, lanjut Soni, ada transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,07 persen; dan kesehatan sebesar 0,02 persen.

Soni memperkirakan, penyebab terjadinya deflasi ini karena fenomena perubahan indeks harga konsumen. Diperkirakannya, hal itu juga disebabkan oleh fenomena keberadaan komoditi di pasaran.

Meski begitu, Soni menjelaskan, keadaan deflasi tersebut masih normal dan terkendali. "Dengan kondisi deflasi 0,20 persen, ini masih normal dan terkendali," tutupnya.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved