547 Siswa Madrasah Aliyah di Sarolangun, Jambi Ikuti UAMBN-BK

Ratusan siswa kelas 3 Madrasah Aliyah (MA) baik Negeri maupun swasta di Kabupaten Sarolangun.

547 Siswa Madrasah Aliyah di Sarolangun, Jambi Ikuti UAMBN-BK
ist
Ratusan siswa Madrasah Aliyah di Sarolangun sedang melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Ratusan siswa kelas 3 Madrasah Aliyah (MA) baik Negeri maupun swasta di Kabupaten Sarolangun saat ini sedang melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tahun pelajaran 2018/2019 yang digelar secara serentak pada tanggal 13-15 Maret 2019.

Ujian UAMBN-BK tersebut, pada hari pertama para siswa akan mengikuti ujian Al-quran Hadist, disusul mata pelajaran Fiqih pada hari kedua dan hari terakhir dengan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Hal ini dengan tujuan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan mata pelajaran pada jenjang madrasah aliyah secara nasional.

Baca: 16 TKA di Sarolangun, Kesbangpol Minta Warga Ikut Awasi Keberadaan Warga Negara Asing

Baca: Dua Pemuda Pelaku Curat Dibekuk Polsek Singkut, Motor Curian Disimpan di Semak-semak

Baca: 156 Teknisi Perbaiki Tower PLN yang Rubuh di Hutan Kerinci, Ketakutan Ada Harimau

Baca: Dua Tower PLN Rubuh, Pemilik Usaha Pada Kelimpungan Sudah Seminggu Listrik di Kerinci Padam

Baca: Nelayan Jaring di Tanjab Timur Mengaku Penghasilannya Anjlok Setelah Ada yang Pakai Pukat Harimau

Kasi Pendidikan Madrasah, Kemenag Sarolangun Raja Kurnain mengatakan tahun ini jumlah siswa madrasah aliyah yang ikut UAMBN-BK tersebut ada sebanyak 547 siswa dari 20 madrasah aliyah yang ada di Kabupaten Sarolangun.

"Ya, saat ini kita sedang melakukan monitoring pelaksanaan UAMBN-BK, pelaksanaan ujian tersebut," katanya,

Kata Raja, bahwa pelaksanaan ujian tersebut ada 11 madrasah aliyah yakni 2 madrasah aliyah negeri dan 9 madrasah aliyah swasta yang menjadi tempat penyelanggara UAMBN-BK tersebut, sementara 9 madrasah aliyah swasta lainnya bergabung dengan madrasah yang menjadi penyelenggara.

"Peralatan atau server dan operator tentu jauh-jauh hari telah disiapkan, begitu juga siswa kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Hari pertama kemarin ada kendala mati lampu, soal tetap bisa dikerjakan tapi mengurangi waktu. Dan kita minta agar sekolah nenyiapkan cadangan listrik," katanya.

Katanya, bagi siswa yang berhalangan untuk ikut ujian, juga siswa tersebut bisa mengikuti ujian susulan pada tanggak 25-26 Maret mendatang. Dan pada saat ujian berlangsung, para siswa diawasi oleh para pengawas ujian dari sekolah madrasah yang berbeda, atau menerapkan sistem silang.

Baca: Mahasiswa Indonesia Telepon Tantowi Yahya Ketakutan saat Penembakan Jamaah di Masjid New Zealand

Baca: Sosok Brenton Tarrant Pelaku Penembakan di Masjid New Zealand, Tuliskan Niat Jahat Sebelum Beraksi

Baca: Di Kota Christchurch, Ada 340 Warga Negara Indonesia, Tiga Mahasiswa Ini Telepon Dubes Indonesia

Baca: Dua Pemuda Pelaku Curat Dibekuk Polsek Singkut, Motor Curian Disimpan di Semak-semak

"Selama tiga hari pelaksanaan, mudah-mudahan para siswa kita bisa mengikuti ujian dengan baik dan mendapatkan nilai yang bagus," katanya.

Sementara untuk para siswa madrasah tsanawiyah (MTs) ujian UAMBN-BK dijadwalkan pada 20-22 Maret 2019 dan ujian susulan pada 27-28 Maret 2019.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved