Nelayan Jaring di Tanjab Timur Mengaku Penghasilannya Anjlok Setelah Ada yang Pakai Pukat Harimau

Nelayan jaring mengaku penghasilannya turun drastis, akibat maraknya nelayan yang menggunakan pukat harimau.

Nelayan Jaring di Tanjab Timur Mengaku Penghasilannya Anjlok Setelah Ada yang Pakai Pukat Harimau
Tribunjambi/Abdul Usman
Nelayan jaring mengadu ke Dinas Perikanan Tanjab Timur terkait pukat harimau. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Nelayan jaring mengaku penghasilannya turun drastis, akibat maraknya nelayan yang menggunakan pukat harimau.

Hal tersebut diungkapkan satu dari perwakilan Nelayan Kuala Jambi yang hadir dalam rapat bersama di Kantor Perikanan.

Sekitar enam bulan terakhir aktivitas trawlls di kawasan sungai marak terjadi sejak itu pula penghasilan mereka mengalami menyusut drastis.

"Lebih kurang sudah 6 bulan nelayan trawlls tu makin rame, sejak itu pula penghasilan kita anjlok biasanya perhari bisa 20 Kg diangkat, sekarang paling banyak hanya 2 Kg bahkan zoonk," tutur Udin Nelayan kepada Tribunjambi.com.

Baca: Penembakan Jamaah di Masjid New Zealand, Dubes Tantowi Yahya Belum Tahu Nama WNI yang Jadi Korban

Baca: UPDATE Kasus Penembakan di Masjid New Zealand Warga Australia, Ini Motifnya, Sambil Live Streaming!

Baca: 16 Fakta Penembakan di Masjid New Zealand, Jamaah Shalat Jumat Diberondong, 4 Pelaku Ditangkap

Baca: Ini Identitas Pelaku Penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, 40 Orang Tewas

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan Tanjab Timur, Ibnu Hayad, mengatakan terkait pengguanaan trawlls tersebut sudah sangat jelas dilarang dan melanggar UU yang berlaku.

Namun yang menjadi permasalahan saat ini, Nelayan yang menggunakan trawlls tersebut bukanlah nelayan luar daerah maupun provinsi, melainkan nelayan lokal yang juga berada di Kecamatan tersebut.

"Maka dari itu dalam rapat ini kita mencari jalan keluar dan solusi terbaik. Karena dalam hal ini sama-sama warga kita dan mereka sama-sama mencari nafkah, hanya saja cara mereka salah," ujarnya.

Untuk sementara langkah yang akan diambil berdasarkan hasil rapat bersama tadi, kita pemda bersama instansi terkait akan melakukan sosialisasi lebih lanjut dan juga memasang spanduk-spanduk larangan penggunaan pukat harimau di kawasan sungai.

Sementara itu pihak Polsek Kuala Jambi, membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika menemukan aktivitas trawlls tersebut dan langsung melaporkan kepihaknya.

"Kita sudah siapkan kapal-kapal kecil untuk patroli, jika nanti masyarakat menemukan aktifitas trawlls tersebut segera laporkan dan dapat ditindak lanjuti," ujar Kapolsek Kuala Jambi, Ipda Mulyono.

Baca: Dua Pemuda Pelaku Curat Dibekuk Polsek Singkut, Motor Curian Disimpan di Semak-semak

Baca: Video Konfirmasi TKN Jokowi-Maruf Terkait Penangkapan Ketum PPP, Romahurmuziy

Baca: 156 Teknisi Perbaiki Tower PLN yang Rubuh di Hutan Kerinci, Ketakutan Ada Harimau

Baca: Dua Tower PLN Rubuh, Pemilik Usaha Pada Kelimpungan Sudah Seminggu Listrik di Kerinci Padam

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved