Penembakan di Masjid New Zealand

UPDATE Kasus Penembakan di Masjid New Zealand Warga Australia, Ini Motifnya, Sambil Live Streaming!

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, teroris yang melakukan penembakan di masjid New Zealand di Christchurch, Selandia Baru adalah

UPDATE Kasus Penembakan di Masjid New Zealand  Warga Australia, Ini Motifnya, Sambil Live Streaming!
istimewa
pelaku penembakan pelaku penembakan New Zealand, Brenton Tarrant 

UPDATE Kasus Penembakan di Masjid New Zealand  Warga Australia, Ini Motifnya, Sambil Liva Streaming!

TRIBUNJAMBI.COM -  Kasus penembakan di masjid New Zealand kini terus ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, teroris yang melakukan penembakan di masjid New Zealand di Christchurch, Selandia Baru adalah warga negaranya.

Morrison juga menegaskan serangan penembakan di masjid New Zealand di Selandia Baru itu adalah sebuah kejahatan dan sebuah aksi teror sayap kanan.

"Kedua negara bukan hanya sekutu atau rekanan, kedua negara adalah keluarga. Sebagai keluarga kami menyatakan rasa sedih, terkejut, marah terkait insiden ini," ujar Morrison.

Baca: Masjid Diberondong Peluru di Selandia Baru, 6 WNI Belum Diketahui, Ini Hotline KBRI Wellington

"Kami juga mengutuk serangan hari ini yang dilakukan seorang eksremis, teroris, sayap kanan," tambah dia.

Sebelum pernyataan PM Morrison ini, seorang pria yang menyebut dirinya bernama Brenton Tarrant lewat Twitter mengklaim terlibat dalam penembakan itu.

Dia juga menyebarkan rekaman "bodycam" saat penembakan terjadi ke media sosial.

Baca: Bukan Satu, Tapi Dua Masjid di Selandia Baru yang Diberondong Peluru saat Jamaah Salat Jumat (15/3)

Twitter kemudian memblokir akun milik pria itu. Sebuah manifesto setebal 37 lembar juga ditemukan di internet, dikabarkan ditulis oleh Brenton Tarrant.

"Menuju masyarakat baru kita maju pantang mundur dan membicarakan krisis imigrasi massal," demikian salah satu petikan manifesto berjudul "The Great Replacement" itu.

Manifesto itu juga menuliskan bahwa serangan itu adalah balasan untuk para penyerang di Tanah Eropa dan mereka yang memperbudak jutaan warga Eropa.

"Kita harus memastikan eksistensi masyarakat kita dan masa depan anak-anak berkulit putih," demikian manifesto tersebut. (*)

Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved