156 Teknisi Perbaiki Tower PLN yang Rubuh di Hutan Kerinci, Ketakutan Ada Harimau

Sejumlah Petugas Layanan Teknik PLN bergerak cepat melakukan perbaikan jaringan listrik yang tumbang akibat longsor di Kabupaten Kerinci.

156 Teknisi Perbaiki Tower PLN yang Rubuh di Hutan Kerinci, Ketakutan Ada Harimau
wikipedia.org
Harimau Sumatera 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejumlah Petugas Layanan Teknik PLN bergerak cepat melakukan perbaikan jaringan listrik yang tumbang akibat longsor di Kabupaten Kerinci.

Bahkan pihak PLN mendatangkan sebanyak 156 personel dari berbagai unit yang bekerja memperbaiki kerusakan yang terjadi.

"Update sampai dengan malam kemarin, untuk pekerjaan dari sisi teknis masih berlangsung," kata General Meneger PLN Sungai Penuh, Andi, Jumat (15/3).

Namun sebutnya, ada beberapa kendala yang mereka hadapi saat melakukan perbaikan tersebut. Pertama karena lokasinya di dalam hutan, para petugas mendapatkan ancaman dari binatang buas seperti Harimau.

Baca: Dua Tower PLN Rubuh, Pemilik Usaha Pada Kelimpungan Sudah Seminggu Listrik di Kerinci Padam

Baca: Nelayan Jaring di Tanjab Timur Ngadu Minta Pengguna Pukat Harimau Ditangkap

Baca: Kabupaten Bungo Dapat Dana Banpol Tertinggi di Jambi, Partai Demokrat Tertinggi

Baca: Pasca Dilanda Banjir, Warga Sekitar Sungai Batang Tabir Terserang Gatal-gatal

"Untuk kendala ada ancaman binatang buas (Harimau) di dekat lokasi gangguan," sebut Andi.

Disinggung apakah memang petugas pernah melihat harimau di lokasi kerusakan yang terjadi. Andi menyebutkan, bahwa itu informasi yang mereka dapatkan di lapangan.

"Itu informasi yang kami dapat dari lapangan," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, selain ancaman binatang buas, kendala lain yang dihadapi saat melakukan perbaikan adalah adanya sengketa kepemilikan lahan yang terletak di lokasi gangguan dari beberapa warga.

Dimana lanjutnya, warga saling mengaku sebagai pemilik lahan. Sehingga belum bisa dilakukan penebangan pohon.

Ditanya apakah dengan belum ditebanginya pohon, pekerjaan perbaikan tidak bisa dilanjutkan. Andi mengatakan, bahwa pekerjaan dari sisi teknis tetap dilaksanakan.

"Pohon akan menjadi kendala saat pengoperasian nantinya," ia menjelaskan.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved