Pasar Angso Duo Masih Beroperasi 24 Jam, Maulana Tolak Keluarkan Izin Kelola

Pasar tradisional Angso Duo rupanya hingga kini masih dijadikan pasar 24 jam oleh pedagang.

Pasar Angso Duo Masih Beroperasi 24 Jam, Maulana Tolak Keluarkan Izin Kelola
Tribunjambi/Rohmayana
Suasana di pasar Angso Duo di blok dua. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pasar tradisional Angso Duo rupanya hingga kini masih dijadikan pasar 24 jam oleh pedagang. Hal ini terbukti ketika tribunjambi.com mencoba menyambangi pasar tradisional terbesar di Jambi tersebut.

Di blok pertama pasar di sana ada jualan berbagai kebutuhan dapur, seperti sayuran, cabai, bawang, bumbu dapur dan lainnya. Namun sayangnya baru pukul 08.00 pagi pasar tersebut sudah sangat sepi.

Ketika ditanyakan kepada Ani pedagang yang berjualan bawang merah mengaku kalau khusus blok pertama itu untuk jualan pada malam hari. Katanya mereka berjualan dari pukul 22.00 malam sampai pukul 06.00 pagi.

"Jadi kalau sudah jam 08.00, paling tinggal sisa-sisanya saja," katanya, Kamis (14/3).

Baca: Jalan Banyak Rusak, Dewan Akan Sidak ke Perusahaan Jika Angkutan Sawit Masih Melebihi Tonase

Baca: Prabowo Menyapa Jambi, Kaum Disabilitas Ingin Sumbangan Meski Hanya Punya Uang Receh

Baca: Pemkab Muarojambi Rencanakan Bangun GOR Pada 2020

Baca: Gara-gara Utang dan Caci Maki, Pertengkaran Ibu-ibu Pindah ke Pengadilan

Sebagai pedagang grosiran Ia mengaku tidak bisa berjualan di pasar induk talang gulo. Karena jaraknya yang terlalu jauh, sehingga sulit dijangkau dan sepi.

Tribunjambi.com juga mencoba membeli cabai di salah satu toko, namun katanya cabai tidak bisa dibeli kiloan. Karena khusus blok tersebut rerata penjual grosir. Jadi minimal harus membeli satu kardus besar cabai.

Berbeda dengan blok kedua, di san semua pedagang berjualan lengkap seperti kebutuhan pokok, sayuran, ikan dan daging. Di blok kedua inilah baru nampak bahwa pasar ini ramai dan menjadi pasar tradisional.

Menanggapi hal ini, Kepala Disperindag Kota Jambi, Komari menanggapi bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan izin pengelolaan pasar. Karena dianggap hingga saat ini pihak pengelola pasar belum mematuhi jam operasional yang di tetapkan.

"Jadi kalau pihak pengelola pasar sudah bisa memastikan pedagangnya untuk mematuhi aturan, baru kita keluarkan izin pengelolaan pasar," katanya, Kamis (14/3) saat dibincangi tribunjambi.com.

Menurutnya akibat belum dikeluarkan izin pengelolaan pasar ini, pihak pengelola belum bisa memungut apa saja yang ada di pasar Angso duo, seperti retribusi, pengamanan dan lainnya kepada pedagang.

"Sehingga pihak pengelola tidak bisa mendapat kontribusi dari pedagang. Bayar listrik, bayar air, semua masih ditanggung oleh pengelola, bahkan sejak pindah ke pasar Angso Duo baru hingga saat ini pengelola sudah mengeluarkan Rp 450 juta untuk biaya pengelolaan pasar karena tidak bisa memungut retribusi," jelasnya.

Sementara itu wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan jika dikeluarkan izin pengelolaan pasar maka akan merugikan pedagang yang berjualan di pasar induk. Karena masih ada pedagang yang masih berjualan di pasar Angso duo selama 24 Jam.

"Kalau pengelola pasar masih bertahan berjualan 24 Jam, kami pemkot juga tidak akan keluarkan izin pengelolaan pasar," imbuhnya.

Menurutnya ini sudah menjadi aturan dari Pemkot Jambi. "Kita minta sama-sama saling menjaga, dan mematuhi aturan yang ada," katanya.

Baca: VIDEO:Viral Pria Kaltara Ngamuk Unboxing Motor Honda BeAT Miliknya Karena Tak Terima Ditilang Polisi

Baca: Lagi Mampir di Warung Pecel Lele, Tiga Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Dibekuk Polres Bungo

Baca: Live di RCTI! Link Streaming Chelsea FC Vs Dynamo Kyiv, Leg 2 Babak 16 Besar

Baca: Hadapi Debat Ketiga Pilpres 2019, Cawapres Maruf Amin Dapat Mentor Khusus Dari Dosen dan KSP

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved