Gara-gara Utang dan Caci Maki, Pertengkaran Ibu-ibu Pindah ke Pengadilan

Nur Jannah terpaksa duduk di hadapan hakim karena laporan Sumini, tetangganya sendiri, pada Kamis (14/3).

Gara-gara Utang dan Caci Maki, Pertengkaran Ibu-ibu Pindah ke Pengadilan
Tribunjambi/Jaka HB
Nur Jannah terpaksa duduk di hadapan hakim karena laporan Sumini, tetangganya. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nur Jannah terpaksa duduk di hadapan hakim karena laporan Sumini, tetangganya sendiri, pada Kamis (14/3).

Sumini mengatakan dirinya dicaci maki dengan ucapan tak pantas oleh Nur dan ditarik jilbabnya. Pertengkaran itu diketahui tetangga yang kemudian jadi saksi.

Ketika Makaroda Hafat selaku ketua majelis hakim pemicunya apa, Sumini mengaku tidak ada.

"Dalam hidup ini ada hukum sebab akibat. Ada asap pasti ada api, masa tidak ada penyebabnya lalu tiba-tiba ribut," kata Makaroda.

Sumini hadir bersama tiga saksi lainnya. Dua tetangga dan satu sepupu jauh terdakwa. Mereka hanya mengatakan kesaksian yang terjadi 18 Juli 2018 lalu. Namun tidak menjawab apa masalah sebelumnya.

Baca: KPU Tanjab Timur Akan Gunakan Transportasi Air untuk Kirim Logistik ke Daerah-daerah Rawan Ini

Baca: Nick’s Steak and Resto Tawarkan Steak Enak yang Jadi Andalan, Harganya Tak Buat Menyesal

Baca: Gara-gara Gaptek, Tak Satupun Anggota DPRD Kerinci Lapor LHKPN

Baca: Dua TKA Diduga Ilegal, Petugas Disnakertrans Sarolangun Bingung Tak Bisa Bahasa Mandarin

Setelah dicecar pertanyaan oleh hakim, Sumini akhirnya mengatakan bahwa Nur sempat punya utang dengan Sumini. Utang senilai Rp 450 ribu itu katanya tidak dibayar-bayar oleh Nur. Sumini mengaku sudah ada mediasi. Namun entah mengapa Sumini merasa Nur mengganggunya.

"Dia memaki saya ya saya balas memaki," kata Sumini.

Nur kemudian membantah bahwa dirinya menyebut Sumini dengan kata-kata kotor. Dia mengatakan sebelumnya Sumini juga melakukan itu.

Makaroda mengatakan sebaiknya Nur juga menjaga nama baik organisasi bhayangkari. Sebab dirinya sebagai istri aparat juga harus menjaga sikap.

Sidang kemudian ditunda minggu depan Kamis (21/3).

Nurjanah dilaporkan terkait pencemaran nama baik. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 ayat (1) Â KUHP.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved