Lagi Mampir di Warung Pecel Lele, Tiga Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Dibekuk Polres Bungo

Polres Bungo mengekspos tiga tersangka yang diduga terlibat dalam perdagangan kulit dan tulang harimau, Kamis (14/3/2019).

Lagi Mampir di Warung Pecel Lele, Tiga Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Dibekuk Polres Bungo
Tribunjambi/Mareza
Polres Bungo mengekspos tiga tersangka yang diduga terlibat dalam perdagangan kulit dan tulang harimau, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Polres Bungo mengekspos tiga tersangka yang diduga terlibat dalam perdagangan kulit dan tulang harimau, Kamis (14/3/2019).

Ketiganya adalah BJ alias B (33) warga Dusun Renah Sungai Besar, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, ES alias S (45) warga Dusun  Pemunyin, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, dan RS alias R (23) warga Dusun Renah Sungai Besar, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

Dalam keterangan persnya, Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morais mengungkapkan, ketiga tersangka ditangkap pada Senin (11/3/2019) lalu, saat hendak melakukan transaksi kulit harimau. Ketiga tersangka ditangkap bersamaan di warung pecal lele Putri di Simpang Sawmill, arah Padang.

Dijelaskannya, BJ alias B merupakan orang yang bertindak menerima tawaran kulit dan tulang harimau tersebut.

"Ada pun ES alias S adalah yang menjadi pembeli daripada kulit dan tulang harimau ini. Sedangkan RS alias R adalah yang menjemput kulit dan tulang ini di wilayah Limbur Lubuk Mengkuang," terang Morais didampingi Wakapolres Bungo, Kompol Singgih Hermawan.

Baca: Hadapi Debat Ketiga Pilpres 2019, Cawapres Maruf Amin Dapat Mentor Khusus Dari Dosen dan KSP

Baca: Gara-gara Utang dan Caci Maki, Pertengkaran Ibu-ibu Pindah ke Pengadilan

Baca: KPU Tanjab Timur Akan Gunakan Transportasi Air untuk Kirim Logistik ke Daerah-daerah Rawan Ini

Baca: Caleg PKS Asal Sumbar DPO, Diduga Cabuli Anak Sejak Kelas 3 SD Hingga Umur 17

Berdasarkan perkiraan, kulit dan tulang satwa yang diperdagangkan masih berusia sekitar satu tahun.
Ketiganya disangkakan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor RI nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

"Dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta," ungkapnya.

Kendati telah mengamankan tiga tersangka, pihak kepolisian masih memburu pelaku utama. Diduga, pelaku utama berinisial L tersebut bekerja di sebuah perusahaan di Limbur.

Sebelumnya diberitakan, tiga orang ditangkap dalam kasus perdagangan kulit Harimau Sumatera di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi pada Senin (11/3/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved