Menolak Dimutasi, Anthon Akan Ungkap Benang Kusut di BPN Bungo, Tebo, Kota Jambi dan Tanjab Timur

Empat daerah yang ada di Provinsi Jambi disebut-sebut mempunyai persoalan-persoalan terkait dengan kelembagaan Badan Pertanahan Nasional.

Menolak Dimutasi, Anthon Akan Ungkap Benang Kusut di BPN Bungo, Tebo, Kota Jambi dan Tanjab Timur
Kolase TribunJambi/Kementerian ATR/BPN
Anthon Kepala BPN Muarojambi dan Sekjen Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Empat daerah yang ada di Provinsi Jambi disebut-sebut mempunyai persoalan-persoalan terkait dengan kelembagaan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPN  Muarojambi, Anthon, Senin (11/3).

Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers terkait dengan dirinya yang tidak ingin dimutasi ke BPN Riau. Ia mengatakan bahwa akan mengungkap dan membedah mengenai kelembagaan BPN di Provinsi Jambi.

"Nanti saya akan berbicara banyak tentang persoalan-persoalan yang masih banyak meninggalkan benang kusut sebagaimana teman-teman juga tahu kayak di Tebo, Kota Jambi, Muara Bungo, Tanjab Timur tapi itu untuk hari-hari berikutnya," terangnya.

Baca: Pasca Banjir, Penyakit DBD Menghantui Masyarakat Kabupaten Batanghari

Baca: Tuntutan Hukuman Dianggap Tak Masuk Akal, Kepala Desa Balai Semurup Menangis

Baca: Kulit Harimau dan Tulang Dimasukkan Dalam Tas, Transaksi Perdagangan Ilegal Dibatalkan Tim Gabungan

Baca: Fasha Minta Warga Langsung Lapor Jika Ada Indekos Buat Resah

Baca: Kronologi Prabowo Pukul Tangan dan Bentak Petugas Keamanan Karena Dorong Emak-Emak

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Ia dimutasi dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, ke Kabupaten Muaro Jambi yang dilantik pada Jumat (5/10) tahun lalu. Artinya sampai dengan SK Mutasi terhadap dirinya ke BPN Riau, Anthon baru menjabat selama lebih kurang empat bulan.

"Dan saya tahu bahwa pelantikan saya sekarang ini menyalahi aturan sebagaimana undang-undang kepegawaian yang mana menyatakan bahwa seorang pejabat bisa dilakukan mutasi senam atau sekurang-kurangnya 2 tahun setelah menjabat atau apabila kerjanya dianggap kurang cakap satu tahun ditambah 6 bulan," terangnya.

Sementara itu, terkait dengan pengungkapan terhadap benang kusut yang akan dilakukannya ke depan. Anthon mengatakan bahwa setelah pensiun nanti, dirinya akan lebih lantang menyuarakan persoalan di BPN.

"Yang jelas saya akan selalu bersuara dan lantang untuk lembaga ini semakin menjadi baik saya akan semakin bersuara. Saya rasa malah lebih bebas bersuara ketika saya sudah pensiun tentunya menyuarakan untuk kebaikan, trus terang saya sangat mencintai lembaga ini," pungkasnya.

Sementara itu saat Tribunjambi.com menggali informasi berkaitan dengan perkembangan penolakan dirinya , yang dimutasi ke BPN Riau melalui telpon seluler, Selasa (12/3). No handphone Anthon tidak bisa di hubungi . Sementara itu saat dikonfirmasi melalui pesan whatsApp, pesan tersebut terkirim namun tidak ditanggapi.

Baca: VIDEO: Viral Prabowo Marah-marah dan Pukul Tangan Pengawalnya

Baca: Dirut RSUD Raden Mattaher Kaget Tagihan Air PDAM Tiba-tiba Naik Rp 400 Juta

Baca: Pencatatan Aset Bungo Selisih Rp 597 Miliar, BPKAD Telusuri Dokumen Pengadaan Aset

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved