Pasca Banjir, Penyakit DBD Menghantui Masyarakat Kabupaten Batanghari
Pasca banjir kiriman yang melanda Kabupaten Batanghari, sejumlah penyakit bakal menghantui masyarakat.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pasca banjir kiriman yang melanda Kabupaten Batanghari, sejumlah penyakit bakal menghantui masyarakat.
Meski saat ini banjir tersebut berangsur surut, sebagian wilayah masih terendam. Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit yang bisa menyerang.
"Yang dikhawatirkan itu penyakit seperti penyakit demam berdarah," kata Kepala Dinas Kesehatan Batanghari dr Elfi Yennie, Selasa (12/3).
Elfi juga meminta kepada masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan pasca terjadinya banjir. Seperti melakukan pemberantasan terhadap sarang nyamuk.
Baca: Tuntutan Hukuman Dianggap Tak Masuk Akal, Kepala Desa Balai Semurup Menangis
Baca: Kulit Harimau dan Tulang Dimasukkan Dalam Tas, Transaksi Perdagangan Ilegal Dibatalkan Tim Gabungan
Baca: Fasha Minta Warga Langsung Lapor Jika Ada Indekos Buat Resah
Baca: Kronologi Prabowo Pukul Tangan dan Bentak Petugas Keamanan Karena Dorong Emak-Emak
"Karena pasca terjadinya banjir banyak terjadi genangan-genangan di wadah-wadah yang terbawa banjir. Ditambah air yang tergenang di wadah-wadah tersebut merupakan sarang bagi nyamuk aedes aegypti atau penyebab demam berdarah dengue (DBD)," paparnya.
Ia juga menganjurkan masyarakat untuk melakulan pemberantasan 3M plus.
"3M, membersihkan, mengubur dan menutup wadah-wadah yang dapat menjadi sarang nyamuk. Pencegahan penyakit DBD tersebut prisnsipnya pembersihan lingkungan,” kata dr.Elfi Yennie.
Tak hanya menjaga lingkungan, masyarakat juga diminta untuk menjaga daya tahan tubuh. Karena cuaca yang tidak menentu seperti saat ini sangat berpotensi menimbulkan penyakit jika daya tahan tubuh menurun.
"Menjaga daya tahan tubuh tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan lingkungan. Serta jika alami gangguan kesehatan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.
Baca: Sebelum Terbunuh, Yuliana Sempat Ribut dengan Alex Gara-gara Kipas Angin Jatuh
Baca: Dirut RSUD Raden Mattaher Kaget Tagihan Air PDAM Tiba-tiba Naik Rp 400 Juta
Baca: Dipepet Orang Tak Dikenal, Uang dan Motor Yuli Raib Dibawa Kabur
Baca: KPU Catat 2.624 Jiwa di Tanjab Timur Belum Rekam e-KTP