Sebelum Terbunuh, Yuliana Sempat Ribut dengan Alex Gara-gara Kipas Angin Jatuh

JPU menghadirkan lima orang saksi yang berkaitan dengan kasus pembunuhan dengan terdakwa Muhammad Salman Gusti alias Alex.

Sebelum Terbunuh, Yuliana Sempat Ribut dengan Alex Gara-gara Kipas Angin Jatuh
Tribunjambi/Samsul Bahri
Terdakwa Muhammad Salman Gusti alias Alex menjalani sidang di Keraji Muarojambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kejaksaan Negeri Muarojambi menggelar sidang lanjutan terkait dengan perkara pembunuhan dengan korban Yuliana terjadi di RT 01, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Muarojambi, Selasa (12/3).

Adapun dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan lima orang saksi yang berkaitan dengan kasus pembunuhan dengan terdakwa Muhammad Salman Gusti alias Alex. Namun dalam sidang yang hadir hanya tiga orang yakni Bagus anak dari Alex bersama korban, Hendra, anak dari Korban, Lutfi tetangga korban.

"Jadi rencananya kita hadirkan lima orang, tapi dua orang tidak hadir karena berhalangan. Itu yang tidak hadir, atas nama Amran itu masih keluarga korban, kemudian Handoko itu tetangga korban," ujar JPU, Zulfadli.

Baca: VIDEO: Viral Prabowo Marah-marah dan Pukul Tangan Pengawalnya

Baca: Non Muslim Jangan Disebut Kafir, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, & Pemuka Hindu

Baca: KPU Catat 2.624 Jiwa di Tanjab Timur Belum Rekam e-KTP

Baca: Heboh Jenazah Terangkat dari Kuburan, Terapung Akibat Banjir Besar di Lampung

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh anak korban, Bagus mengatakan bahwa orangtuanya memang sering bertengkar. Dalam satu minggu terkadang pertengkaran berupa cekcok sering terjadi.

"Kadang seminggu dua kali itu betengkar. Dak sampe mukul, cuma marah-marah gitu," terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sehari sebelum kejadian pembunuhan yang terjadi pada Jum'at (26/10) lalu sekitar pukul 12.45 WIB. Antara ibu dan ayahnya terjadi cekcok karena persoalan kipas angin yang disenggol dan terjatuh.

"Jadi malam itu ada mak sama bapak betengkar itu karno kipas angin disenggol, tapi pagi itu udah balik lah," terangnya.

Sementara itu, anak kandung dari korban yang merupakan anak tiri dari terdakwa, Hendra juga mengatakan bahwa pada tahun 2004 silam, antara terdakwa dengan korban pernah cekcok hingga ibunya mengalami lebam di muka.

"Dulu ada 2004 itu betengkar, itu mak saya sampai ada lebam di muka bagian kanan. Dulu itu tu sempat di laporkan ke polisi juga, tapi damai. Saya juga dulu sempat betengkar dengan bapak, karena belain mak, tapi sudah itu sudah lah kami juga dak masalah lagi," kata Hendra menerangkan.

Selain itu, saksi lainnya Lutfi juga membenarkan bahwa memang pernah mendengar terjadi percekcokan antara terdakwa dengan korban. Selain itu, berdasarkan keterangan dari tiga saksi yang dihadirkan, terdakwa tidak membantah.

"Untuk agenda minggu depan itu akan kita hadirkan kembali saksi yang tidak hadir pada hari ini. Jadi kita gabung untuk saksi lainnya. Jadi total yang kita usahakan untuk saksi yang hadir minggu depan itu sebanyak tujuh orang," sebut JPU.

Baca: Gubernur Jambi Mencari Wakil, Fachrori Minta Pendampingnya Miliki Sifat Seperti Nabi

Baca: Pencatatan Aset Bungo Selisih Rp 597 Miliar, BPKAD Telusuri Dokumen Pengadaan Aset

Baca: Balik ke Real Madrid, Zidane Kantongi Uang Belanja Pemain Rp5,6 Triliun, 3 Sosok Ini Jadi Incaran

Baca: Ledakan Bom di Sibolga Terjadi Saat Densus 88 Antiteror Hendak Geledah Rumah Terduga Teroris

Lebih lanjut dikatakan oleh JPU bahwa berdasarkan fakta persidangan yang terungkap dalam persidangan, JPU mengungkapkan bahwa terlihat perilaku terdakwa yang tempramental.

"Pembuktian fakta persidangan tadi terlihat karakter dari terdakwa yang diungkapkan oleh anaknya bahwa sering terjadi pertengkaran," katanya.

Sidang berikutnya di agendakan pada Selasa (19/3). Adapun agenda dalam persidangan ketiga tersebut yaitu mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved