Fasha Minta Warga Langsung Lapor Jika Ada Indekos Buat Resah

Banyaknya wanita berpakaian seksi yang sering keluar masuk indekos pada malam bahkan dini hari.

Fasha Minta Warga Langsung Lapor Jika Ada Indekos Buat Resah
tribunjambi/rohmayana
Wali Kota Jambi Syarif Fasha 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Sebagai kota yang menjadi pusat perdagangan dan jasa di Provinsi Jambi. Kota Jambi memiliki berbagai jenis usaha dan jasa mulai dari hotel, salon, retail, begitu pula dengan indekos.

Banyaknya kosan di Jambi hal ini karena pusat perguruan tinggi, banyak terpusat di Kota Jambi dan juga sebagai pusat perdagangan dan jasa di Provinsi Jambi.

Untuk indekos yang memiliki 10 pintu, pemiliknya diwajibkan membayar retribusi daerah ke BPPRD setiap tahunnya. Sementara indekos di bawah 10 tahun hanya mengurus perizinan kosan dan tidak ada kewajiban membayar pajak.

Baca: 20 Mobil Angkutan Barang Terjaring Razia Gabungan Dishub dan Polresta Jambi

Baca: Tanggapi Hasil Survei SMRC, Cawapres Sandiaga Uno Sebut Survei Internal Prabowo - Sandi Positif

Baca: 38 Peserta Lolos Tes PPPK, Pemkab Tanjab Barat Siapkan Penempatan di Instansi

Baca: Dirut RSUD Raden Mattaher Kaget Tagihan Air PDAM Tiba-tiba Naik Rp 400 Juta

Dari banyaknya indekos di Jambi, beberapa kosan di Jambi juga sering dikeluhkan warga. Misalnya dengan beberapa SMS yang masuk ke tribunjambi.com bahwa beberapa kosan mewah di Jambi, seringkali meresahkan masyarakat sekitar. Ini karena banyaknya wanita berpakaian seksi yang sering keluar masuk indekos pada malam bahkan dini hari.

Sementara warga yang merasa resah ingin segera menggerebek indekos yang meresahkan itu. Kata kepala Satpol PP kota Jambi Yan Ismar sebaiknya untuk tidak melakukan penggerebekan secara langsung jika tidak memiliki bukti yang jelas.

Karena kejadian ini bisa dilaporkan langsung dengan Satpol PP kota Jambi, atau kepada pihak yang berwajib. Karena jika warga langsung melakukan penggerebekan dikhawatirkan terjadi keributan sehingga berakibat fatal.

"Kalau memang merasa resah langsung telpon saja Satpol PP Kota Jambi atau pihak yang berwajib," katanya.

Menurutnya jika ada kosan yang terbukti melakukan aktivitas prostitusi atau di indekos tersebut terbukti ada yang melakukan zina maka bisa langsung dipidanakan ke Pengendalian Negeri Jambi.

"Pelaku yang melakukan aktivitas prostitusi bisa dipidanakan, namun jika tidak terbukti maka dilepaskan dengan bersyarat," katanya.

Sementara Subhi kepala BPPRD mengatakan bahwa pajak indekos yakni senilai 9 persen dari jumlah kosan yang dituggu setiap bulannya.

"Jadi untuk kosan yang lebih dari 10 pintu, maka kita kenakan pajak. Sementara yang dibawah 10 pintu cukup lapor saja," katanya.

Baca: VIDEO: Viral Prabowo Marah-marah dan Pukul Tangan Pengawalnya

Baca: Non Muslim Jangan Disebut Kafir, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, & Pemuka Hindu

Baca: Sebelum Terbunuh, Yuliana Sempat Ribut dengan Alex Gara-gara Kipas Angin Jatuh

Baca: Jelang Pemilu Disdukcapil Tanjabtim Tambah Jam Kerja, Kejar Perekaman e-KTP

Sementara Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengingatkan kepada masyarakat agar memberitahu kepada aparat pemerintah seperti Satpol PP Kota Jambi atau pihak kepolisian jika ada kosan yang meresahkan masyarakat.

"Tapi jangan main hakim sendiri, supaya tidak terjadi hal tidak diinginkan. Misalnya keributan yang tidak tertangani oleh masyarakat," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved