Polisi Beberkan Alasan Devi Lakukan Investasi Bodong Lewat Arisan Online

Kompol Yuyan Priatmaja mengatakan, uang korban investasi bodong, digunakan tersangka untuk menutupi pinjamannya kepada korban lainnya.

Polisi Beberkan Alasan Devi Lakukan Investasi Bodong Lewat Arisan Online
KONTAN/DIMAS RIYADI
05062016_INVESTASI BODONG 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa waktu yang lalu, Polresta Jambi berhasil mengamankan pelaku investasi bodong.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Yuyan Priatmaja mengatakan, dari hasil penyelidikan uang korban investasi bodong, digunakan tersangka untuk menutupi pinjamannya kepada korban lainnya.

"Gali lobang tutup lobang, ngambil dari sini terus nutupin ke sana,” jelasnya, Senin (11/3).

Lanjutnya, hasil dari investasi tersebut memang kosong dan tak ada keuntungan sama sekali dari bagi korban.

“Usahanya memang tidak ada. Jadi sampai kapanpun gak ada untungnya, yang ada dia yang untung. Untuk investornya gak ada,” tambahnya.

Baca: Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo, Terdakwa Mengaku Dapat Berkas dari Bu Sri dan Marketing

Baca: Kasus DBD Meningkat, Kelompok Pemuda Lakukan Aksi di Gedung DPRD Tanjab Barat Desak Lakukan Fogging

Baca: Cabuli Bocah 7 Tahun, Pria Berumur Terancam Mendekam di Bui

Baca: PMII Lakukan Aksi Penolakan, Panitia Tetap Hadirkan Rocky Gerung ke Jambi

Baca: Bawaslu Provinsi Jambi Proses Dugaan Ijazah Palsu Caleg Hanura

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu petunjuk dari jaksa terkait berkas tersangka yang telah dikirim beberapa waktu lalu. “Kita sudah lakukan pemberkasan dan sudah kita kirim minggu kemarin ke Jaksa,” ucapnya.

Dari hasil pengembangan terhadap tersangka, ternyata ada tambahan jumlah korban yang berawal dari lima korban dan kini menjadi enam korban yang baru diketahui.

“Dari jumlah korban sekarang yang mengalami kerugian hampir Rp 30 juta,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Devi telah menawarkan arisan online lewat medsos. Kepada korban, ia menjanjikan uang yang diinvestasikan akan bertambah dua kali lipat dalam waktu satu minggu.

Ralang, seorang ibu rumah tangga yang menjadi salah satu korban, rupanya tertarik dengan tawaran tersebut. Karena menggiurkan, akhirnya ia mencoba ikut dengan jumlah yang kecil. Alhasil, uang tersebut kembali dengan jumlah lebih dari yang diinvestasikan.

Namun, setelah berjalan hampir dua bulan, ia melaukan investasi dengan skala besar, namun hasilnya tak seperti semula. Bahkan uang tersebut tidak kembali padanya. Akhirnya, karena kesal, Ralang pun membawa Devi ke Polresta Jambi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca: Diduga Hendak Mencuri di Kantor Kemenag Merangin, Warga Malaysia Babak-belur Dikeroyok Warga

Baca: Dikawal Brimob, Ribuan Boks Surat Suara Akan Dikirim ke Tanjab Barat

Baca: Tiga Daerah Rawan Geografis, KPU Bungo Siapkan Kendaraan Khusus

Baca: Anggaran Minim, Upah Sortir, Lipat dan Rangkai Tak Bisa Satu Harga

Baca: KPK Kumpulkan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Se Provinsi Jambi, Ini Agendanya Besok

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved