Bawaslu Provinsi Jambi Proses Dugaan Ijazah Palsu Caleg Hanura

Bawaslu Provinsi Jambi memproses caleg yang dilaporkan menggunakan ijazah palsu.

Bawaslu Provinsi Jambi Proses Dugaan Ijazah Palsu Caleg Hanura
tribunnews
ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan Naris

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Bawaslu Provinsi Jambi memproses caleg yang dilaporkan menggunakan ijazah palsu.

Bawaslu menerima laporan dugaan tindak pidana pemilu untuk caleg. Dugaan adanya penggunaan ijazah palsu oleh salah seorang caleg DPRD Provinsi dari Partai Hanura Dapil Tanjab Barat - Tanjab Timur.

Wein Arifin, komisioner Bawaslu Provinsi Jambi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan klarifikasi terkait laporan terkait dugaan tindak pidana pemilu. Laporan ini atas nama Susilo yang masuk pada 4 Maret sebelumnya.

"Kami sudah bahas dengan Sentra Gakkumdu dan diregister. Terlapor itu inisial D," kata Wein Arifin, Senin (11/3/2019).

Baca: Diduga Hendak Mencuri di Kantor Kemenag Merangin, Warga Malaysia Babak-belur Dikeroyok Warga

Baca: Dikawal Brimob, Ribuan Boks Surat Suara Akan Dikirim ke Tanjab Barat

Baca: Rocky Gerung Ditolak Isi Seminar di Jambi, Besok Selasa, Panitia Tetap Lanjutkan Acara

Baca: Anggaran Minim, Upah Sortir, Lipat dan Rangkai Tak Bisa Satu Harga

Wein mengatakan, laporan tersebut disertakan dengan beberapa bukti. Pertama itu ijazah paket C setara SMA yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Tanjab Timur. Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan, serta absensi ujian pada 2006 - 2007.

"Sekarang ini kami lagi klarifikasi pelapor dan saksi," ujarnya.

Terkait permasalahan ini, pihaknya kaitkan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 520. Bunyi pasal itu adalah setiap orang ketika dengan sengaja menggunakan dokumen palsu untuk kebutuhan pencalonan yang disebutkan pada 254 dan 260 dipidana penjara 6 tahun dan denda Rp 72 juta.

Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved