Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo, Terdakwa Mengaku Dapat Berkas dari Bu Sri dan Marketing

Kasus kredit fiktif Bank Mandiri Tebo masuk tahap pemanggilan saksi kredit fiktif, pada Senin (11/3).

Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo, Terdakwa Mengaku Dapat Berkas dari Bu Sri dan Marketing
Tribunjambi/Jaka HB
Sidang kasus kredit fiktif Bank Mandiri Tebo, Senin (11/3). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus kredit fiktif Bank Mandiri Tebo masuk tahap pemanggilan saksi kredit fiktif, pada Senin (11/3). Dalam pengakuan terdakwa berkas mereka dapatkan begitu saja.

"Dari marketing yang mulia," kata salah satu terdakwa.

"Dari Bu Sri juga," kata terdakwa lain.

Ketua majelis hakim Erika kemudian bertanya pada terdakwa darimana mendapat berkas tersebut. Ada yang mendapat berkas dari marketing dan dari Sri.

Kelima terdakwa dalam kasus ini yakni Gerry Farilan, David Yuliadi, Indro Marvianto, Dedi Irawan dan Panji Pradana, kembali disidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, yang dihadirkan jaksa, Senin (4/3). 

"Benar bahwa para terdakwa telah mencairkan uang untuk 15 debitur, secara fiktif dengan total dana yang cair sampai miliaran yang mulia. Itu dimulai pada September 2015," kata saksi menjawab pertanyaan hakim, yang dipimpin Erika Emsah Ginting.

Baca: Kasus DBD Meningkat, Kelompok Pemuda Lakukan Aksi di Gedung DPRD Tanjab Barat Desak Lakukan Fogging

Baca: Cabuli Bocah 7 Tahun, Pria Berumur Terancam Mendekam di Bui

Baca: PMII Lakukan Aksi Penolakan, Panitia Tetap Hadirkan Rocky Gerung ke Jambi

Baca: Diduga Hendak Mencuri di Kantor Kemenag Merangin, Warga Malaysia Babak-belur Dikeroyok Warga

Baca: Bawaslu Provinsi Jambi Proses Dugaan Ijazah Palsu Caleg Hanura

Dalam kasus ini, kelima terdakwa telah didakwa secara bersama-sama melakukan tidak pidana korupsi. Yakni mencairkan dana fiktif, dengan menggunakan data nasabah yang telah lunas kreditnya. Pencairan dilakukan menggunakan foto kopy sertifikat dan data pendukung lainnya pada debitur tahun 2015 dan tahun 2016. Atas perbuatan tersebut timbul kerugikan keuangan negara mencapai Rp 2,4 miliar.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved