Kisah Pak Harto Pernah Jadi Pegawai Bank Desa: Ketiban Apes Sarungnya Nyangkut di Jari-jari Sepeda

TRIBUNJAMBI.COM- Punya keluarga yang carut-marut, biasanya bikin orang jadi frustrasi.

Editor: ridwan
Facebook
Soeharto 

TRIBUNJAMBI.COM- Punya keluarga yang carut-marut, biasanya bikin orang jadi frustrasi.
Alhasil, enggak sedikit anak broken home yang ujung-ujungnya hidupnya juga hancur-hancuran. Tapi, itu nggak berlaku buat Soeharto!

Yoi, meski bapak dan ibu kandungnya enggak rukun plus terlilit berbagai masalah (terutama masalah ekonomi), Soeharto yang beranjak remaja tetap banyak yang menyayangi serta memperhatikan.

Kalaupun ada yang beda dari sosok Soeharto dibandingkan dengan anak lain yang punya keluarga normal, itu adalah sifatnya yang cenderung pendiam dan tertutup.

Baca: Belajar Jurnalistik, Genta FKIP Unja Undang Tribun Jambi

Semasa sekolah, Soeharto yang terkenal rajin dan murah senyum ini termasuk lumayan gampang bergaul. Cuma, teman yang benar-benar akrab dengannya hanya sedikit!

Sehari-hari, dia lebih banyak menghabiskan waktunya buat bertani. Soeharto yang sangat mengagumi pakliknya, Prawirohardjo, paling jago menanam bawang bombai dan bawang putih.

Setelah lulus SD, Soeharto meneruskan ke Schakel School, sebuah sekolah menengah pertama di Wonogiri. Karena jaraknya jauh dari rumah buliknya, dia pun harus pindah.

Demi bisa terus sekolah, Soeharto rela menumpang tinggal di rumah kakak Sulardi, sahabatnya, di Selogiri. Soeharto dan Sulardi dapet jatah sekamar berdua.

Baca: Laboratorium Komputer MAN Mondel Terbakar, Begini Kesaksian Satpam yang Pertama Kali Melihatnya

Cuma, belum lama tinggal di sana, kakak Sulardi cerai dengan suaminya. Terpaksalah Soeharto mencari tempat "numpang tidur" yang baru!

Oleh bapaknya, Soeharto dititipkan pada sahabatnya, Hardjowijono. Seorang pensiunan yang enggak dikarunia anak, yang tinggal di Wonogiri.

Tahun 1939, Soeharto menamatkan sekolah menengah pertamanya.

Menjelang ujian kelulusannya, gelombang protes bangsa Indonesia terhadap penjajahan pemerintah kolonial Belanda mulai kencang.

Baca: Ulang Tahun Min Yoongi: Fans Terkesan Suga di Run BTS Episode 66, Lupa Kalau Dia Miliuner

Tapi, Soeharto enggak peduli lantaran sedang berkonsentrasi penuh pada ujian kelulusannya.

Setelah tamat, Soeharto memutuskan kembali ke Wuryantoro, tempat buliknya.

Soeharto kembali ke sana karena bapaknya enggak mampu membiayainya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Makanya, Soeharto berniat minta tolong dicarikan pekerjaan oleh pakliknya. Dapat! Soeharto kerja sebagai juru tulis di sebuah bank desa.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved