Kisah Pak Harto Pernah Jadi Pegawai Bank Desa: Ketiban Apes Sarungnya Nyangkut di Jari-jari Sepeda
TRIBUNJAMBI.COM- Punya keluarga yang carut-marut, biasanya bikin orang jadi frustrasi.
Baru saja menyandang gelar sersan, tahu-tahu Jepang udah merapat ke Indonesia.
Jepang menyerang Belanda untuk merebut Indonesia. Belanda kalah, karier Soeharto sebagai prajurit ikut terhenti. Dia lalu memutuskan pergi ke Yogya, mencari pekerjaan baru.
Di Yogya, awalnya Soeharto belajar mengetik supaya punya bekal mencari kerja lain.
Cuma, enggak lama dia jatuh sakit. Saat dia sedang memulihkan kesehatannya, dia membaca pengumuman kalo satuan polisi Jepang, Keibuho, membuka lowongan.
Baca: Miliki 9,5 Kilo Sabu dan 24.000 Butir Ekstasi, Vokalis Zivilia, Zulkifli Terancam Hukuman Mati
Langsung Soeharto mendaftar!
Diterima di Keibuho, karir Soeharto cepat melesat. Performanya yang bagus tercium ke mana-mana.
PETA (Pembela Tanah Air, sebuah kekuatan sosial yang didirikan oleh putra-putri negeri untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, RED.) membujuk Soeharto bergabung.
Terdorong rasa patriotisme yang besar, Soeharto setuju dan mulai melakukan "dualisme": tetap jadi anggota Keibuho, namun diam-diam ikut PETA.
Baca: Anggota Satgas TMMD 104 Kodim Kerinci Bantu Pembuatan Kompos
Nah, dari PETA inilah karier militer dan politik Soeharto di Indonesia bergulir! Sampe klimaksnya, dia bisa jadi Presiden ke-2 Rl dan berkuasa selama 32 tahun.
Artikel ini pernah tayang di Majalah Hai edisi 18 Februari 2008