72 KM Jalan di Kumpeh Perlu di Perbaki, 4 Titik Sudah Parah, Camat Minta Prioritas di Rabat Beton

Sementara itu ditambahkannya bahwa untuk jalan Sungai Air kondisi cuaca dan jalan yang rusak, tidak dapat lagi dijangkau dari arah Kumpeh.

72 KM Jalan di Kumpeh Perlu di Perbaki, 4 Titik Sudah Parah, Camat Minta Prioritas di Rabat Beton
tribunjambi/syamsul bahri
Rapat bersama di Kantor Bupati Muarojambi, terkait kondisi jalan rusak 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Ada empat titik tempat yang mengalami kerusakan jalan. Hal ini di ungkapkan Camat Kumpeh, Rizki dalam rapat antara Pemerintah Kabupaten Muarojambi bersama dengan Forum Solidaritas Intelektual Aspirasi Rakyat (FSIAR), Rabu (27/2/2019) di ruang rapat Wakil Bupati.

Ia mengatakan, jalan rusak yang sangat parah tersebut berada di empat titik yakni di daerah Pematang Raman, Puding Pulmen, Pulau Tigo dan Sogo. Menurutnya, sudah ada tindakan penimbunan yang dilakukan oleh forum perkebunan.

"Dari PUPR provinsi ada juga penimbunan dan saat ini sedang dalam pengerjaan karena memang saat ini kendala cuaca. Untuk perusahan juga ada perbaikan, tapi saat ini rusak lagi," sebut Camat Kumpeh.

Baca: Kisah Mencekam Pemburu Hantu: Pria Ini Membuktikan Ada Kehidupan Setelah Kematian

Baca: Ini 3 Poin yang Dijanjikan Pemkot atas Tuntutan Pedagang Talang Banjar yang Demo di DPRD Kota Jambi

Baca: TRIBUNWIKI - Mengenal Batik Khas Jambi dari Seberang Kota Jambi, Motif Batik Serta Maknanya

Lebih lanjut terhadap keadaan jalan yang semakin rusak, Rizki meminta kepada Dinas PUPR baik provinsi ataupun kabupaten, untuk sama-sama mencari solusi terhadap kerusakan jalan yang terjadi.

Sementara itu ditambahkannya bahwa untuk jalan Sungai Air kondisi cuaca dan jalan yang rusak, tidak dapat lagi dijangkau dari arah Kumpeh.

"Untuk sekarang itu Desa Sungai Aur tidak bisa lewat lagi dari Kumpeh, nah itu harus lewat Sabak. Hal ini sudah kita sampaikan ke PU untuk peningkatan jalan di Desa Jebus dan Desa Sungai Aur," terangnya.

Baca: Selamat Tiga Kali dari Eksekusi Mati, karena Algojo Selalu Melakukan Hal Ini: Berikut kisahnya

Baca: Denny Darko Ramalkan Kehidupan Luna Maya Setelah Ditinggal Menikah Reino Barrack

Baca: VIRAL Warga Negara Asing (WNA) Punya E-KTP, Mereka Mendapatkan Fasilitas Ini Dari Negara

Dikatakan Rizki, ada sepanjang 72 KM jalan yang perlu di perbaiki. Ia meminta, jika nantinya ada perbaikan jalan dengan rabat beton harus memikirkan spot-spot yang memang perlu di prioritaskan untuk dilakukan rabat beton.

"Ini kan infonya akan dilakukan rabat beton dua kilometer. Nah, ini ada sekitar 72 kilometer. Kalau setahun hanya dua kilometer berarti untuk dirabat beton di kumpeh harus nunggu 36 tahun lagi. Jadi, spot-spot tertentu tidak harus rabat beton," paparnya.

Baca: JUARA AFF U-22. Pemain Timnas Indonesia Banjir Bonus, Kapten Timnas Thailand Kecewa, Kok Bisa?

Baca: UTBK SBMPTN 2019 Dibuka 1 Maret 2019, Pelajari Dua Materi Tesnya!

Selain itu, Danramil Kumpeh, Heriansyah mengatakan, dalam pembahasan tersebut tidak hanya melihat dari sisi perusahaan saja. Karena menurutnya, ada juga truk-truk dari provinsi yang juga melintasi jalan dalam pengangkutan batu besar dari Sabak.

"Itu kapasitasnya menggunakan mobil fuso, mungkin perlu juga untuk kapasitas muatannya untuk diatur terutama pengangkutan batu split, batu dari sabak. Itu beberapa kali saya ikuti, bukan satu mobil tapi tiga mobil yang melintas. Ini menjadi perhatian kita," pungkasnya.(*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved