Dibanding Sebelumnya, Tahun 2018 Lalu Angka Perceraian di Tanjab Barat Menurun

Perkara yang diterima tahun 2018 meliputi jenis perkara seperti perkara permohonan sebanyak 629 kasus, sementara perkara gugatan sebanyak 423 perkara

Dibanding Sebelumnya, Tahun 2018 Lalu Angka Perceraian di Tanjab Barat Menurun
tribunjambi/darwin
Arifin SH, Panitera Muda Gugatan, Pengadilan Agama Kuala Tungkal 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Angka perceraian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2018 lalu, menurun dibandingkan dari tahun sebelumnya.

Sementara jumlah perkara yang masuk bila dibandingkan tahun 2018 dari tahun sebelumnya meningkat. Peningkatan itu terletak pada perkara permohonan (ishbat nikah) yang meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjambi.com, Arifin SH, Panitera Muda Gugatan, Pengadilan Agama Kuala Tungkal mengatakan jumlah kasus yang masuk tahun 2018 sebanyak 1.052 perkara. Sementara itu perkara yang masuk di 2017, jumlah perkara yang masuk ada 725 perkara.

Baca: Ifan Seventeen Tepergok Whatsapp Sang Istri Sambil Senyum-senyum Sendiri, Ini Ungkapannya

Baca: Jalan Desa Kota Kandis Dendang, Babak Belur, Dinas PUPR Tanjabtim Bakal Pakai Dana Tanggap Darurat

Baca: Dirut PDAM Tirta Mayang Bilang, Kenaikan Tarif Itu Sudah Melalui Proses

Pengadilan Agama Kuala Tungkal
Pengadilan Agama Kuala Tungkal (tribunjambi/darwin)

Perkara yang diterima tahun 2018 meliputi jenis perkara seperti perkara permohonan sebanyak 629 perkara, sementara perkara gugatan sebanyak 423 perkara.

Dari jumlah tersebut jumlah kasus yang diputus atau dicabut untuk perkara permohonan ada 633 perkara, dan perkara gugatan ada 441 perkara.

Untuk tahun 2019, Pengadilan agama kuala tungkal masih mempunyai tugas untuk menyelesaikan perkara di tahun 2018 sebanyak 63 kasus yang belum selesai, duantaranya dua perkara permohonan, dan 61 perkara gugatan.

Baca: Gading Marten Unggah Foto Julie Estelle di IG, Gisela Anastasia Tiba-tiba Sebut Nama Maia Estianty

Baca: Dengarkan Dakwaan di Sidang Perdana, Poltak Hendra Tidak Ajukan Eksepsi

Rekapitulasi perkara sepanjang tahun 2017 ada sebanyak 725 perkara, diantaranya sisa perkara 2016 ada 87 perkara, dan perkara yang diterima tahun 2017 ada sebanyak 725.

Dari jumlah itu jenis perkaranya yakni perkra permohonan 284 perkara, dan perkara gugatan sebanyak 441 perkara.
Sementara perkara diputus atau dicabut sebanyak 727 perkara, 278 perkara permohonan dan 449 perkara gugatan.

Baca: Kisruh Tarif PDAM, Ketua DPRD Nasir: Uang Kenaikan 100 persen Tarif PDAM Tidak Halal

Baca: Gunung Anak Krakatau Tumbuh Cepat, 4 Meter Per Tahun, Para Ahli Khawatir Letusannya Lebih Dahsyat

Baca: VIDEO: Motor Ducati Panigale V4 S yang Kecelakaan di Sirkuit Sentul, Harganya Hampir Rp 1 Milyar

Dia menerangkan dari kasus itu rata rata disebabkan permasalahan ekonomi keluarga, terutama dianggap kepla keluarga tidak sanggup memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

“Dominan disebabkan permasalahan ekonomi, umumnya gitu. Kemudian disebabkan permasalahan media sosial yang menimbulkan kecurigaan, lalu ada perselingkuhan,” ungkapnya.

Dia menekankan agar setiap orang yang memmutuskan untuk sama sama membina rumah tangga kiranya dapat mempertanggungjawabkan keputusan yang sudah diambil. Sebab menurutnya pernikahan adalah sesuyatu yang sakral dan ibadah. (*)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved