Buang Sampah tak Sesuai Aturan, Warga di Jambi di Sidang di Pengadilan, dan Divonis Denda Rp20 Juta

“Tapi, tadi sudah langsung dibayar dendanya Rp 20 juta. Itu masuk ke KAS daerah,” kata Said.

Buang Sampah tak Sesuai Aturan, Warga di Jambi di Sidang di Pengadilan, dan Divonis Denda Rp20 Juta
TRIBUN JAMBI/ROHMAYANA
Tampak mobil bak sampah yang mengangkut sampah di Lorong Pipa 16 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, masyarakat dilarang membuang sampah sembarangan. Selain itu, waktu buang sampah sudah diatur, yakni mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB di tempat pembuangan sampah (TPS) yang telah disediakan.

Selasa (8/1/2019), Ali Johan Slamet, seorang pelaku yang membuang sampah sebanyak satu kubik pada siang hari di sidang di Pengadilan Nergri Jambi. Ia kedapatan membuang sampah tidak sesuai aturan di RT 21 Jalan Bangka, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung.

Baca: Pemuda Tanggung Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Hasil Visum Ungkap Persetubuhan, Ini Modusnya

Baca: LIVE di TVRI - Jadwal Tottenham vs Chelsea di Semifinal Carabao Cup 2019

Baca: 13 Tahun Bersama, Agus Yudhoyono dan Annisa Pohan Kenang Momen Pertemuan Pertama

Ia ditangkap warga dan dilaporkan ke Lurah, lalu diamankan Satpol PP Kota Jambi pada Sabtu lalu. Di persidangan, pelaku divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jambi. Terdakwa dikenakan denda Rp20 juta subsider kurungan 1 bulan 15 hari.

Said Faisal, Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Kota Jambi mengatakan, berdasarakan hasil sidang tindak pidana miring (Tipiring) di Pengadilan Negri Jambi, terdakwa dikenakan denda Rp20 juta subsider kurungan 1 bulan 15 hari.

“Tapi, tadi sudah langsung dibayar dendanya Rp 20 juta. Itu masuk ke KAS daerah,” kata Said.

Baca: Andi Arief Ancam Laporkan 200 Akun Twitter yang Menyebutnya Penyebar Hoax, Kecuali Minta Maaf

Baca: Apa Artinya Jika Ada Ular Masuk ke Rumah? Ini Kata Ustaz Abdul Somad dan Khalid Basalamah

Baca: Jalanan di Kota Kuala Tungkal Sepi dari APK, Ini Penjelasan Panwaslu

Pada Perda kata Said, ditegasakan denda maksimal yakni Rp 50 juta dan pidana kurungan 3 bulan penjara.

Untuk pengawasan ke depan bilang Said, terakait masalah masayarakat yang membuang sampah sembarangan, pihaknya akan mengacu pada Perwal. Pengaduan akan masuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), di porses melalui DLH.

“Dikenakan sanksi adminitrasi dan denda oleh DLH. Jika tidak mau bayar, maka akan diserahkan ke Satpol PP untuk ditindaklanjutkan sanksi pidana,” katanya.

Sementara Hakim tunggal Moraelam Purba memutuskan bahwa tersangka dengan terbukti bersalah membuang sampah di luar jam yang diberlakukan, sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah.

Baca: Pembunuh Guru SD Cinta Rakyat, Awalnya Mau Maling HP Lalu Kepergok, Tak Cukup Dicekik Sampai Mati

Baca: Kenapa Artis yang Tertangkap Gara-gara Prostitusi Tak Pernah Bisa Dipenjara? Ini Kata Hotman Paris

Baca: Mencari Presiden yang Pas Untuk Indonesia, Sudjiwo Tedjo Bandingkan dengan Kepemimpinan Nabi

Untuk pertama kali, pelaku pembuang sampah di Kota Jambi yang tidak sesuai dengan aturan, divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Jumlah denda itu jauh lebih ringan dari tuntutan yakni Rp 40 juta. Sebelum vonis, hakim menanyakan kepada terdakwa apakah keberatan dengan denda Rp 40 juta.

"Saya minta keringanan (denda) pak hakim," ujar Ali Johan Slamet, di persidangan. (*)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved