Pemkab Muarojambi, Harap Petani Sawit Bermitra dengan Perusahaan

Adapun untuk langkah kedepan, pihaknya bersama dengan instansi- instansi dinas teknisi akan berkoordinasi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Deni Satria Budi
tribunjambi/syamsul bahri
Pemkab Muarojambi, berharap petani sawit bisa bermitra dengan perusahaan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pemerintah Kabupaten Muarojambi, menanggapi permasalahan murahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di Kabupaten Muarojambi. Sekretaris Daerah (Sekda) Muarojambi, M Fadhil Arief, berharap, para petani untuk bermitra dengan pihak perusahaan.

"Kejadian harga sawit yang murah terkait dengan harga pasar dunia yang turun terus ini. Kita harapkan petani bermitra dengan perusahaan bisa bekerjasama. Kemudian perusahaan juga dengan petani bersama-sama dengan sistem teknis," jelasnya.

Selain itu, Pemkab Muarojambi juga akan mendata para petani, sehingga nantinya Pemkab akan menyiapkan semua usaha sawit yang ada di Kabupaten Muarojambi, memiliki sertifikat dari Dinas Perkebunan dan Peternakan.

Baca: Harga Pupuk Mahal, Harga TBS Anjlok, Petani Sawit di Muarojambi Menjerit

Baca: Razia Gabungan di Muarojambi, 30 Kendaraan Ditindak, Petugas Juga Incar Plat Luar Jambi

Baca: Istri Pertama Kiwil Unggah Kenapa Cintamu Dibagi Dua, Curhat Soal Poligami Kiwil?

"Ke depan, bagaimana menyiapkan semua usaha sawit yang ada di Kabupaten Muarojambi, ini memiliki sertifikat Disbunak. Sehingga nanti produknya bisa di beli oleh negara mana saja," tuturnya.

"Sedangkan isu lingkungan yang menganggap sawit itu tidak bersahabat dengan lingkungan padahal kita yakini sawit bersahabat dengan lingkungan," sambungnya.

Menurut M Fadhil Arief, harga kelapa sawit yang tidak memiliki perkembangan dengan harga yang murah saat ini, semua pihak bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut.

Harga sawit anjlok, sementara harga pupuk mahal. Keadaaan ini membuat petani sawit di Muarojambi menjerit
Harga sawit anjlok, sementara harga pupuk mahal. Keadaaan ini membuat petani sawit di Muarojambi menjerit (tribunjambi/syamsul bahri)

"Kejadian ini menjadikan pelajaran berharga bagi kita semua, karena kita pahami perkebunan kelapa sawit sangat luas di Kabupaten Muarojambi ini," terangnya.

Adapun untuk langkah ke depan, pihaknya bersama dengan instansi- instansi dinas teknisi akan berkoordinasi. Hal ini dilakukan untuk mencari solusi kedepan bagaimana usaha kelapa sawit ini bisa terkoorinasi.

"Nanti kita carikan formula bagaimana kedepan lebih terkoordinir usaha kelapa sawit ini, saat harga sawit naik semua pada euforia pada saat harga turun itu bisa kita antisipasi bersama. Tapi kita minta juga pemerintah pusat untuk memikirkan langkah selanjutnya untuk bagaimana indutrsi hilir ini agar kedepan harga sawit bisa kembali normal," pungkasnya.(*)

Baca: Juara Piala Suratin U13, SSB Gelora Karya: Pentingnya Dukungan Keluarga & Lingkungan dalam Olahraga

Baca: Jalani Misi Super Berbahaya Masuk ke Tubuh GAM, Anggota Kopassus ini Menyamar Jadi Pedagang Durian

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved