Dulu Sempat Sesak Nafas & Ingin Cepat Divonis, Kini Zumi Zola Berpasrah Diri Jelang Putusan Hakim

Dulu Sempat Sesak Nafas & Ingin Cepat Divonis, Kini Zumi Zola Berpasrah Diri Jelang Putusan Hakim

Dulu Sempat Sesak Nafas & Ingin Cepat Divonis, Kini Zumi Zola Berpasrah Diri Jelang Putusan Hakim
Wartakota/Henry Lopulalan
PEMBACAAN DAKWAAN-Terdakwa Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor,Jalan Bunggur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/8). Zumi Zola didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima gratifikasi senilai Rp40,44 miliar dan US$ 177.300 terkait proyek di pemerintahan Provinsi Jambi serta didakwa menyuap 52 anggota DPRD Jambi sebesar Rp16,4 miliar. 

Dulu Sempat Sesak Nafas & Ingin Cepat Divonis, Kini Zumi Zola Berpasrah Diri Jelang Putusan Hakim

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Jelang pembacaan vonis pada kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur non aktif, Zumi Zola Zulkifli.

Pengakuan sang pengacara mantan artis tersebut mengatakan, kliennya berpasrah diri akan putusan hakim nanti.

Penasehat hukum Zumi Zola, Farizi mengatakan kliennya tersebut siap menerima vonis hakim.

Bahkan tim penasehat hukum Zumi Zola sudah melakukan upaya semaksimal mungkin untuk sang klien.

Baca: Perkiraan Berat Hukuman Zumi Zola, Tuntutan 8 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Baca: Pasal Pidana yang Menjerat Suami Sherrin Tharia, Jadwal Vonis Zumi Zola 6 Desember

Baca: Kondisi Keluarga Zumi Zola Jelang Vonis, Istri Harus Banting Tulang Hingga Ditinggal Sang Ayah

Termasuk memohon kepada hakim agar kliennya bisa menjadi justice collaborator.

Dalam perkara ini, Zumi Zola dituntut hukuman penjara 8 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Zumi Zola Pernah Sesak Nafas Segera Ingin Divonis

Sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/10), ditunda karena Zumi mengalami sesak nafas dan diabetesnya kambuh.

Sedianya, Zumi menjalani pemeriksaan terdakwa dalam sidang tersebut.

Halaman
1234
Penulis: ekoprasetyo
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved