Mabes Polri Beri Tembakan Peringatan, Nahkoda Ini Malah Nekat Tancap Gas, Beginilah Jadinya

Untuk menyamarkan pandangan petugas patroli, mereka mengkamuflase dengan cara mematikan mesin.

Mabes Polri Beri Tembakan Peringatan, Nahkoda Ini Malah Nekat Tancap Gas, Beginilah Jadinya
tribunjambi/rian
Ditpolair Polda Jambi, merilis kasus miras selundupan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penangkapan kapal motor bermuatan ribuan botol miras ilegal di wilayah perairan Kabupaten Tanjab Barat, Jumat (30/11) lalu, ternyata petugas kepolisian sempat mengeluarkan tembakan.

Ini disampaikan oleh Dir Polair Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji. Dijelaskannya, sekira pukul 02.30 WIB, petugas BKO Mabes Polri, saat tengah patroli, menemukan kapal nelayan.

Untuk menyamarkan pandangan petugas patroli, mereka mengkamuflase dengan cara mematikan mesin. Setelah petugas lewat, pun mereka tancap gas. Sehingga dilakukan pengejaran.

Baca: Nahkoda Kapal Pembawa Miras Selundupan Jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya

Baca: Usai Zulkifli Nurdin Meninggal Dunia, Bagaimana Kondisi Zumi Zola Jelang Vonis 6 Desember 2018?

Oleh anggota patroli, dilakukan tembakan peringatan ke udara. Namun tak digubris, hingga terpaksa mengeluarkan tembakan ke bagian mesin kapal. Pelaku pun akhirnya setop.

Saat pengecekan, petugas mendapati 7 orang di dalam kapal tersebut, satu nahkoda yaitu Suhardi alias Alwi dan enam orang ABK.

Ketika ditanya, Suhardi tak bisa menunjukkan surat berlayar atau daftar manifest yang dibawanya. Mereka pun diamankan.

Rilis kasus selundupan minuman keras ilegal oleh Ditpolair Polda Jambi, Senin (3/12/2018)
Rilis kasus selundupan minuman keras ilegal oleh Ditpolair Polda Jambi, Senin (3/12/2018) (Tribunjambi/Rian)

Dir Polair Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bakti Muchji mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ribuan botol miras itu asli dan memiliki kadar alkohol diatas 40 persen.

"Kerugian negara diperkirakan Rp 1,2 miliar," ujarnya.

Menurutnya, harga jual per botol miras itu yakni Rp 1 juta. "Mungkin kalau di Batam harganya lebih murah," ujarnya lagi. (*)

Baca: Batanghari Belum Miliki Peta Rawan Bencana, Segini Anggaran yang Dibutuhkan

Baca: Resmi Berlakukan E-TLE, Ini Titik Lokasi CCTV di Kota Jambi

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved