Lifestyle

Percantik 'Miss V' dengan Operasi Labiaplasty, Ini Plus Minusnya

Tidak hanya wajah, berbagai macam metode perawatan diri saat ini tersedia untuk wanita. Salah satunya mempercantik tampilan vagina.

Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Tidak hanya wajah, berbagai macam metode perawatan diri saat ini tersedia untuk wanita. Salah satunya mempercantik tampilan vagina. Seperti apa ya?

Dikutip dari Klikdokter.com, Gerardus Septian Kalis menyebut caranya dengan operasi labiaplasty. Labiaplasty adalah operasi untuk meremajakan bibir vagina (labia).

Dokter Salma Oktaria, Sp KK mengungkapkan, operasi ini biasanya diikuti dengan vaginoplasty atau vaginal rejuvenation (peremajaan vagina), dalam hal ini vagina dioperasi untuk memperbaiki kecacatan yang ada.

Baca: Lupa Mengunci Pintu Kamar, Pengantin Baru Diperkosa Pria Bertopeng

"Operasi vaginoplasty dan labiaplasty dapat mengembalikan kondisi vagina seperti saat sebelum kehamilan, meningkatkan kontrol otot untuk berkontraksi dan meregang, pada akhirnya mendatangkan kesenangan seksual untuk pasien," ungkap dr. Salma.

Pasien yang ingin menjalani operasi labiaplasty biasanya datang dengan dua alasan, yakni:\

1. Alasan kosmetik

Perasaan malu dan tidak bahagia saat berhubungan seksual membuat beberapa wanita kehilangan rasa percaya diri. Karenanya, mereka yang demikian menginginkan sebuah perubahan pada organ seksual. Kebanyakan pasien menjalani labiaplasty untuk mengurangi panjang bibir vaginanya.

Baca: Diet Mediterania, Untuk Menurunkan Berat Badan Sekaligus Mengatasi Depresi

Baca: 5 Jenis Makanan Ini Bikin Anda Cepat Tua, Berikut Kiat Sederhana agar Awet Muda

2. Alasan medis

Bibir vagina yang panjang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama ketika berolahraga, berhubungan seksual, atau mengenakan celana ketat. Karena itu, operasi labiaplasty sering dijadikan sebagai jalan keluarnya.

Menurut dr. Salma, operasi labiaplasty sebaiknya dilakukan jika ada alasan medis tertentu. Hal ini karena operasi tersebut bisa menimbulkan efek samping berupa:

1. Pembesaran diameter vagina,

2. Pembentukan vagina tidak sempurna,

3. Keruntuhan rahim atau kandung kemih,

4. Sobeknya vagina,

5. Sulit menahan air kecil saat batuk.

Baca: Janin Sudah Bisa Menangis Sejak dalam Rahim, Kenali Penyebab dan Hal yang Harus Dihindari

Baca: Terlempar dan Menabrak Pembatas Jalan, Pembalap Malaysia Ini Tewas Pascakecelakaan

Baca: 6 Mitos Keliru Tentang Seks, dari Membilas Miss V Hingga Posisi Mencegah Kehamilan

Wanita yang telah menjalani labiaplasty akan merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada bagian yang dioperasi. Penyembuhan sempurna baru dicapai setelah 6 minggu.

"Anda tertarik? Jangan lupa untuk mendiskusikannya terlebih dahulu pada suami Anda, ya!" saran Gerard.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved