Isu Perbudakan Jadi Sumber Kekerasan Jurnalis di Amerika Abad 19

Sekitar 1830-an, mendirikan surat kabar di AS sangat berbahaya. Apalagi, jika editor memutuskan untuk membahas perbudakan.

Isu Perbudakan Jadi Sumber Kekerasan Jurnalis di Amerika Abad 19
Fotosearch/Getty Images/national geographic
lustrasi kekerasan saat warga kulit putih membakar surat kabar antiperbudakan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebelum Perang Saudara berlangsung, penyerangan yang dilakukan sesama warga Amerika telah terjadi – khususnya kepada para jurnalis.

Sekitar 1830-an, mendirikan surat kabar di AS sangat berbahaya. Apalagi, jika editor memutuskan untuk membahas perbudakan.

Dalam kalimat yang lebih sederhana, Anda harus menerima kenyataan bahwa kekerasan menjadi bagian dari tugas seorang jurnalis pada masa itu.

Ada lebih dari 100 kerusuhan yang menyerang surat kabar antiperbudakan. Serangan massa pada 1837 bahkan menewaskan seorang editor, Elijah Lovejoy.

Baca: Video: Ini Detik-detik Jatuhnya Roket Jepang yang Gagal Meluncur dan Meledak

Ini bukan pertama kalinya Lovejoy berhadapan dengan aksi kekerasan massa. Hal tersebut pernah dialaminya pada 1833, ketika ia menjadi editor St. Louis Observer di Missouri, dan mulai menerbitkan berita antiperbudakan.

Missouri sendiri merupakan salah satu ‘negara budak’. Artikel yang dibuatnya langsung membuatnya menjadi sasaran massa. Ancaman demi ancaman memaksa Lovejoy untuk melarikan diri ke kota Alton, salah satu wilayah bebas di Illinois.

Di sana, ia mulai menerbitkan Alton Observed dan melanjutkan perjuangan untuk menghapus praktik perbudakan melalui tulisan-tulisannya.

Namun, bagaimana pun juga, fakta bahwa Illinois merupakan ‘negara bebas’, tidak menjamin bahwa warga kulit putih di sana menolak perbudakan. Pada kenyataannya, mereka justru membenci orang kulit hitam yang bisa hidup dengan bebas di AS.

Pada 7 November 1837, pemberontak menyerbu gudang Lovejoy dan merusak mesin cetak miliknya. Ini sebenarnya mesin cetak keempat Lovejoy yang dirusak – tiga sudah hancur pada kerusuhan-kerusuhan sebelumnya.

Itu juga terakhir kalinya Lovejoy mampu bertahan dari kekerasan – ia tewas ditembak setelahnya.

Baca: Dampak Kebijakan Imigran yang Misahkan Anak-anak dari Orangtuanya: Stres Beracun

Ilustrasi penyerangan di Illinois yang menewaskan Elijah Lovejoy.
Ilustrasi penyerangan di Illinois yang menewaskan Elijah Lovejoy. (Hulton Archive/Getty Images/National Geographic)
Halaman
12
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help