Komoditi asal Jambi yang Dapat Tingkatkan Kejantanan Pria Ini Tembus Pasaran Korea

Jenis tumbuhan Pasak Bumi Jambi ini berhasil menembus pasar negeri asal ginseng Korea. Pemilik usaha Pasak Bumi Jambi, David Sriharyono,

Komoditi asal Jambi yang Dapat Tingkatkan Kejantanan Pria Ini Tembus Pasaran Korea
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA

Laporan Wartawan Tribunjambi.com,  Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jenis tumbuhan Pasak Bumi Jambi ini berhasil menembus  pasar negeri asal ginseng Korea. Pemilik usaha Pasak Bumi Jambi,  David Sriharyono, dan juga selaku Sekretaris Persatuan Petani Gaharu dan Tanaman Rakyat Jambi mengatakan, saat ini komoditas agro pasak bumi asal Jambi sudah dilirik oleh salah satu perusahaan herbal asal Korea.

Ia mengatakan sudah dua kali permintaan pasak bumi dari perusahaan herbal asal negeri Ginseng ini.

"Sudah dua kali kita melakukan pengiriman, saat ini harga pasak bumi yang basah mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Untuk setiap permintaan dari Korea, bisa mengirim 4 ton pasak bumi," jelasnya.

Baca: Sutiono Minta Pasar Beduk Dikelola dengan Baik

Pasak bumi atau tongkat ali (Eurycoma longifolia) adalah tumbuhan pohon berkhasiat yang dapat ditemukan di hutan-hutan Malaysia dan Indonesia bagian barat. Akar pasak bumi terkenal berkhasiat sebagai afrodisiak, dianggap sebagai jamu untuk kejantanan pria.

Tumbuhan ini bisa mencapai ketinggian sehingga 10 meter di dalam rimbunan hutan dataran rendah. Biasanya, daunnya rimbun pada ujung batang. Kebanyakan pohon ini tidak bercabang, jika bercabang pun terlalu sedikit yaitu satu atau dua cabang saja. Bunganya tersusun padat pada tangkai yang bercabang, yang keluar dari pangkal daun.

Ia mengatakan, selain permintaan ke Korea permintaan dalam negeri juga sudah ada, tetapi jumlah permintaannya tidak begitu besar.

Sayangnya saat ini tumbuhan yang dikenal dengan khasiatnya sudah mulai sulit dicari. Hal ini karena tumbuhan pasak bumi tumbuh dan berkembang secara alami tanpa ada pembudidayaan.

"Karena sudah mulai sulit dicari, kita bilang sama pemesan kalo kita hanya bisa sediakan sekian ton," tuturnya.

Baca: Hari Ini Titik Panas di Jambi Nihil, Terpantau di Provinsi-provinsi Tetangga

Baca: 450 Pedagang Siap Berjualan di Pasar Beduk Milik Pemerintah

Untuk rencana budidaya saat ini belum ada sebab permintaan pasak bumi Jambi belum maksimal. David sendiri sudah menjadi petani pasak bumi sejak 7 tahun lalu. Di daerah Muaro Jambi, Pasak Bumi memang saat ini sudah sulit ditemukan. Namun jika ada permintaan dari luar, biasanya Ia hanya mengirimkan sesuai ketersediaan stok.

"Permintaannya kan nggak rutin, jadi petani kalau untuk budidaya kayaknya belum ada rencana, nggak berani budidaya," ujarnya.

Selain pasak bumi, iapun mengakui bahwa beberapa komoditas lainnya pun terus dilirik seperti Pinang, Jernang dan Gaharu.

"Pengusaha dari Korea itu bilang, bahwa komoditas tersebut memiliki banyak potensi untuk produk herbal," katanya.

Baca: Pembangunan Area Bazar MTQ Batanghari Habiskan Anggaran Rp 900 Juta

Baca: Area Bazar MTQ Diwacanakan Menggunakan Konblok

Baca: Dewan Sesalkan Pasar Masih Semrawut

 

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help