Pernak pernik Ramadan

450 Pedagang Siap Berjualan di Pasar Beduk Milik Pemerintah

Sebanyak 450-an pedagang sudah terdaftar untuk berjualan di pasar beduk yang dikelola oleh Pemerintah Kota Jambi

450 Pedagang Siap Berjualan di Pasar Beduk Milik Pemerintah
TRIBUN JAMBI/ROHMAYANA

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 450-an pedagang sudah terdaftar untuk berjualan di pasar beduk yang dikelola oleh Pemerintah Kota Jambi yakni yang berada di Jalan As’ad samping Saimen pasar dan di samping eks taman anak-anak pasar Jambi. Namun hampir di setiap kecamatan di Kota Jambi juga ada pasar beduk yang dikelola swasta dan warga.

Disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Komarisaat ini sudah terdaftar sebanyak 450-an pedagang yang akan berjualan di pasar beduk. Terdiri dari 100-an pedagang yang akan berjualan di Jalan As’ad yakni berjualan kuliner seperti makanan, minuman dan lainnya.

Baca: Pembangunan Area Bazar MTQ Batanghari Habiskan Anggaran Rp 900 Juta

Selebihnya sekitar 300-an pedagang berjualan pakaian yang ada di eks taman kanak kanak.

“Pasar beduk yang dikelola pemerintah hanya ada dua. Sementara yang lainnya akan dikelola oleh kecamatan masing-masing dan dikelola oleh swasta. Jumlah pedagang pasar beduk yang dikelola Pemkot sekitar 450-an. Jumlah ini masih akan bertambah, sebab pendaftaran masih dibuka jika masih ada pedagang yang ingin berjualan.

Namun ada juga pasar bedug yang dikelola oleh para pemuda yang ada di kawasan Pasar Kota Jambi,” jelasnya.

Dijelaskan Komari, para pedagang dikenakan biaya retribusi. Biaya tersebut hanya dibayar sekali selama satu bulan penuh. Jumlahnya Rp 161 ribu untuk masing masing pedagang. Terdiri dari Rp 100 ribu untuk retribusi pasar, Rp 51ribu untuk biaya kebersihan dan Rp 10 ribu untuk biaya parkir.

“Keseluruhannya sebanyak Rp 161 ribu yang dibayar pedagang. Namun untuk biaya tenda dan listrik itu lain lagi. Itu dibayarnya langsung kepada orang yang bersangkutan di luar kita,” ujarnya.

Baca: Area Bazar MTQ Diwacanakan Menggunakan Konblok

Baca: Dewan Sesalkan Pasar Masih Semrawut

Begitu juga untuk pasar bedug yang dikelola oleh swasta di masing masing Kecamatan. Untuk pembayaran langsung oleh pihak swasta kepada pemerintah. Namun jumlahnya berbeda-beda setiap pasar.

“Tergantung banyaknya pedagang yang berjualan di sana. Semakin banyak pedagang, maka retribusi yang harus dibayar semakin besar juga," ujarnya.

Saat ini untuk pasar yang dikelola swasta atau masyarakat belum bisa kita tentukan besarannya. Sebab, jumlah pedagangnya masih akan terus bertambah. Nanti pembayarannya setelah sekitar satu minggu berjalan. Belajar dari tahun lalu, rata rata untuk satu pasar bedug berkisar Rp 750 ribu.

“Untuk yang swasta, mereka yang meminta retribusi kepada masing masing pedagang. Lalu setelah terkumpul, barulah koordinator pasar bedugnya yang menyerahkan retribusinya ke kita,” katanya.

Baca: Satpol PP Sudah Buat SK Untuk Pantau Keadaan saat Ramadan

Baca: DRAMATIS - Perampokan di Kasang, Kakak Selamatkan 2 Adik ke Luar. Lalu Kunci Ruko dari Luar

Baca: Dipaksa Menikah, Gadis Ini Tikam Suami yang Coba Memperkosanya dengan Dibantu Sepupu

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help