Kamis, 21 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS vs Iran

Sanksi Buntu, Iran Ancam Buka Front Baru dan Siapkan Kejutan Melawan Amerika

Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akrami Nia, menegaskan bahwa Teheran tidak menyia-nyiakan waktu selama masa gencatan senjata. 

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
PERANG TIMUR TENGAH - Kolase foto tentang perang Timur Tengah antara AS dan Iran. Eskalasi di Timur Tengah, antara Amerika Serikat dan Israel kontra Iran kembali berada di titik kritis.  Militer Iran secara terbuka memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka siap membuka "front baru" berskala besar jika Washington nekat melanjutkan agresi militer ke wilayah Republik Islam tersebut.  

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Teheran juga menghentikan negosiasi nuklir serta memperketat blokade di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Kebijakan itu memicu gangguan pasokan energi global dan menyebabkan harga minyak internasional melonjak. 

Setelah hampir 40 hari konflik berlangsung, kedua pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. 

Di tengah situasi yang masih tegang, Amerika Serikat sempat menjalankan operasi militer bertajuk “Project Freedom” di Selat Hormuz. Namun, operasi tersebut kemudian dihentikan sementara guna memberi kesempatan bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi. 

Meski begitu, proses negosiasi kembali tersendat pada 10–11 Mei setelah Iran menolak proposal terbaru dari pemerintahan Donald Trump. 
Salah satu isu utama yang diperdebatkan ialah tuntutan Amerika Serikat dan Israel agar cadangan uranium Iran dipindahkan ke luar negeri. 

Iran menolak syarat tersebut karena dianggap mencederai kedaulatan nasionalnya. Hingga saat ini, pembicaraan damai masih berlangsung alot lantaran masing-masing pihak tetap mempertahankan posisinya. 

Sementara itu, setelah pertemuan Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di China pada Kamis lalu, Trump menyatakan bahwa Xi mendukung upaya pencegahan Iran memiliki senjata nuklir, menolak militerisasi di Selat Hormuz, serta sepakat untuk tidak memasok peralatan militer kepada Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera. 

Pada 18 Mei, Iran juga mengonfirmasi telah menerima tanggapan dari Amerika Serikat atas proposal yang sebelumnya diajukan Teheran. Namun menurut Iran, isi tanggapan tersebut pada dasarnya merupakan penolakan terhadap proposal itu. 

Pakistan selaku mediator menyatakan bahwa proposal terbaru dari Iran telah kembali diserahkan kepada pihak Amerika Serikat untuk dipelajari lebih lanjut. 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News dan Media Sosial Facebook, Instagram, dan Threads, serta ikuti saluran Tribunjambi.com di WhatsApp

Baca juga: Jalan Tol Lubuk Alung Sepanjang 2,4 KM Hubungkan Padang-Pariaman Dikebut

Baca juga: Produsen Tempe Tahu di Jambi Ketar Ketir Dolar Menguat, Terungkap Bahan Bakunya

Baca juga: Guru Gagal Terbang, Ratusan Jemaah Umrah Jambi Diduga Tertipu Travel Upro

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved