AS vs Iran
Sanksi Buntu, Iran Ancam Buka Front Baru dan Siapkan Kejutan Melawan Amerika
Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akrami Nia, menegaskan bahwa Teheran tidak menyia-nyiakan waktu selama masa gencatan senjata.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- Iran ancam buka front baru jika AS lanjutkan serangan militer ke wilayahnya.
- Teheran manfaatkan masa gencatan senjata untuk perkuat kemampuan tempur.
- Militer Iran tegaskan tetap kuasai kontrol strategis atas Selat Hormuz.
- Menlu Araghchi ingatkan AS soal runtuhnya jet F-35 oleh pertahanan Iran.Iran klaim siapkan banyak kejutan taktis baru jika perang kembali pecah.
TRIBUNJAMBI.COM – Eskalasi di Timur Tengah, antara Amerika Serikat dan Israel kontra Iran kembali berada di titik kritis.
Militer Iran secara terbuka memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka siap membuka "front baru" berskala besar jika Washington nekat melanjutkan agresi militer ke wilayah Republik Islam tersebut.
Ancaman strategis ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan serangan baru apabila negosiasi nuklir yang tengah berlangsung gagal menemui titik temu.
Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akrami Nia, menegaskan bahwa Teheran tidak menyia-nyiakan waktu selama masa gencatan senjata.
Sebaliknya, jeda pertempuran tersebut justru dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat kemampuan tempur dan memperbarui persenjataan lini depan mereka.
“Jika musuh cukup gegabah untuk kembali melancarkan agresi terhadap negara kami, kami akan membuka front baru melawan mereka dan menggunakan peralatan serta metode baru,” tegas Akrami Nia sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), Selasa (19/5/2026).
Akrami Nia membantah anggapan bahwa Iran berada dalam posisi lemah akibat dampak kerusakan dari perang sebelumnya. Ia memastikan angkatan bersenjata Iran tetap memegang kendali penuh atas situasi strategis di Selat Hormuz.
Jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut dipastikan "tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya."
Baca juga: Trump Murka, Iran Diancam ‘Tak Bersisa’ Jika Tak Segera Terima Proposal Damai
Baca juga: Guru Gagal Terbang, Ratusan Jemaah Umrah Jambi Diduga Tertipu Travel Upro
Peringatan Keras dari Menlu Araghchi
Senada dengan lini militer, Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, turut melempar peringatan keras melalui platform media sosial X.
Ia mengingatkan Pentagon tentang kerugian besar yang pernah dialami militer AS pada fase awal konflik, termasuk kehancuran puluhan pesawat bernilai miliaran dolar yang sempat diakui oleh Kongres AS.
Araghchi mengklaim bahwa angkatan bersenjata Iran merupakan kekuatan militer pertama di dunia yang berhasil meruntuhkan reputasi kecanggihan jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat.
"Yakinlah bahwa kembalinya ke medan perang akan disertai dengan lebih banyak kejutan," tulis Araghchi dalam pesannya yang dilansir oleh Tasnim.
Menlu Iran tersebut mengindikasikan bahwa Teheran kini telah menguasai pengetahuan taktis untuk mendeteksi, menembak jatuh, serta mengunci kendaraan tempur canggih milik AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260422-Kolase-foto-tentang-perang-Timur-Tengah-antara-AS-dan-Iran.jpg)