Rabu, 17 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Mafia BBM Subsidi di Jambi

Mafia BBM Subsidi di Kerinci Diringkus Polisi, Modusnya Manfaatkan Barcode

Dua orang pelaku berinisial RP (34) dan S alias Pak Indah (53) diamankan bersama ratusan liter solar dan Pertalite ilegal.

Tayang:
Penulis: Herupitra | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA
PELANGSIR BBM BERSUBSIDI - Kolase foto BBM Bersubsisi. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci berhasil membongkar praktik culas penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam operasi yang digelar pada Kamis (9/4/2026), dua orang pelaku berinisial RP (34) dan S alias Pak Indah (53) diamankan bersama ratusan liter solar dan Pertalite ilegal. Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, mengungkapkan bahwa terbongkarnya kasus ini berawal dari keresahan masyarakat di Desa Lubuk Nagodang, Kecamatan Siulak. 

"Dia langsung dan mengisi. Operator juga langsung mengisi dan langsung dilakukan penangkapan serta ada rekapan catatan di operator soal pengisian tersebut," kata Taufik.

Cara Pelangsir di Bungo Manipulasi Pengisian BBM

Dua orang yang masing-masing berperan sebagai pelangsir dan petugas operator di SPBU Tebing Tinggi di Dusun Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, ditangkap polisi.

Keduanya adalah TS sebagai pelangsir dan N yang bertugas sebagai operator SPBU.

Dua orang itu diduga menggunakan banyak kode batang atau barcode untuk melakukan pengisian ulang bahan bakar subsidi.

Selain penghentian distribusi bahan bakar, izin usaha SPBU Lubuk Landai di Kabupaten Bungo juga berpotensi dicabut oleh pihak Pertamina.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas di SPBU tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, kepolisian melakukan pemeriksaan dan pada 9 April 2026 mengamankan seorang pelangsir dan operator SPBU untuk diperiksa.

Akibat praktik tersebut, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp276 miliar.

Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Jambi, Choirul Anam, menyampaikan bahwa pihaknya telah menghentikan sementara pasokan bahan bakar ke SPBU tersebut.

Langkah itu diambil selama proses penyelidikan berlangsung. Hingga kini, sudah dua hari tidak ada pengiriman BBM ke lokasi tersebut.

"Untuk saat inipun, penyaluran ke SPBU nya sudah kita hentikan," kata Choiril pada Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, sanksi lebih lanjut, termasuk pencabutan izin usaha, masih bergantung pada hasil penyelidikan terkait keterlibatan pemilik SPBU.

"Kita akan lihat bagaimana pelanggarannya dan nanti akan ada sanksi pencabutan izin usaha. Tapi kita liha sejauh mana (keterlibatan)," jelasnya.

Choirul juga mengimbau masyarakat untuk melakukan reset barcode jika merasa kuota BBM berkurang tanpa sebab.

"Kami menyediakan fitur reset barcode. Kalau masyarakat merasa kuota BBM nya berkurang kami sarankan untuk reset ulang agar tidak disalahgunakan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved