Berita Nasional
Seruan Ketua Dewan Pers di Tengah Meluasnya Aksi Massa di Berbagai Daerah
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menyerukan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyampaikan aspirasi dengan merusak fasilitas umum.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, memberikan respons terhadap isu aksi massa yang belakangan ini kerap terjadi.
Dia menyerukan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyampaikan aspirasi dengan merusak fasilitas umum.
Imbauan ini diberikan secara khusus kepada seluruh insan pers untuk menjunjung tinggi profesionalitas dan kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.
Serta menjaga keselamatan diri sendiri saat meliput aksi massa.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk menyikapi aksi massa dengan bijaksana agar tidak semakin menambah tekanan di tengah kondisi ekonomi yang sedang tertekan.
Dalam unggahan di Instagram @officialdewanpers, Komaruddin Hidayat mengingatkan bahwa tindakan anarkis justru akan merugikan masyarakat luas.
Aksi yang tidak terkontrol hanya akan memperparah kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini sedang dalam tekanan.
“Saya menghimbau kepada teman-teman, kepada masyarakat, hendaknya janganlah ketika demo merusak fasilitas umum karena itu akan merugikan kita semuanya,” ujarnya.
Baca juga: AJI Desak Polisi Usut Tuntas Massa Kepung 10 Jurnalis dan Bakar Mobil Pempred Tribun Jambi Saat Aksi
Baca juga: Habis Raffi Ahmad Dicibir Netizen Usai Posting Video Ucapan Maaf Presiden Prabowo: Nyapu Teros!
Baca juga: Ahmad Sahroni Diduga Kabur ke Singapura, Ferry: Pengecut Bermental Culun
“Ketika situasi ekonomi masyarakat sedang tertekan, janganlah kemudian tekanan itu ditambah lagi dengan demo-demo yang tidak terkontrol.”
Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut juga mengimbau pihak-pihak yang menjadi pemicu kemarahan para demonstran.
Dia meminta agar berani mengoreksi diri sendiri secara jujur dan terbuka kepada publik.
Di sisi lain, ia juga berharap pemerintah sebagai pemangku kebijakan, untuk segera terbuka dan menerima aspirasi yang disampaikan oleh para demonstran sebagai masukan dan evaluasi.
“Kepada pihak-pihak yang merasa menjadi pemicu atau menjadi trigger dari keributan, dari demo, dari protes masyarakat ini hendaknya mawas diri,” tutur Komaruddin.
“Dan hendaknya, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui para demonstran ini hendaknya ditangkap sebagai masukan."
'Sehingga ketika ada kebijakan-kebijakan yang perlu diperbaiki, hendaknya segera diperbaiki.”
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.