Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Fenomena Langit

Cara Nonton Blue Moon dari Jambi pad Minggu Malam

Minggu malam dan Senin malam, ada fenomena astronomi, yakni Blue Moon dan Micromoon yang bisa dilihat dari Jambi.

Tayang:
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: asto s
Tribunjambi.com
ILUSTRASI Blue Moon dan Micromoon yang akan terjadi pada Minggu 31//5/2026) malam dan Senin (1/6/2026) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM - Fenomena langit Blue Moon (Bulan Biru) dan Micromoon (Bulan Mikro) dapat dilihat dari Jambi.

Minggu 31//5/2026) malam dan Senin (1/6/2026) malam, ada fenomena astronomi, yakni Blue Moon dan Micromoon.

Jangan terkecoh. Meski namanya menggunakan unsur biru dan kecil, jangan membayangkan bulan berubah warna atau atau mengecil.

Berikut informasi fenomena astronomi Blue Moon dan Micromoon:

  • Bulan purnama (fase puncak) akan terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15:47 WIB.
  • Bulan akan mencapai titik terjauhnya (apogean) pada Senin, 1 Juni 2026 pukul 12:34 WIB dengan jarak 406.350 kilometer.
  • Hanya ada selisih waktu 19 jam antara puncak purnama dengan titik terjauh Bulan. Ini merupakan selisih waktu terpendek bagi fenomena purnama-apogean sepanjang tahun 2026.

Penjelasan Blue Moon dan Micromoon.

Fenomena Blue Moon dijadwalkan dapat disaksikan secara praktis pada Minggu malam hingga Senin dini hari, sementara fenomena Micromoon pada Senin malam.

Nama Blue Moon sering kali membuat orang awam terkecoh.

Faktanya, Bulan besok malam tidak akan memancarkan cahaya berwarna biru.

Marufin Sudibyo, astronom amatir dari lembaga Ekliptika, menjelaskan bahwa istilah ini sama sekali tidak memiliki latar belakang ilmiah dalam dunia astronomi.

"Kosa kata Blue Moon tidak memiliki latar belakang ilmiah astronomi, namun lebih kepada folklor Amerika Serikat yang mulai berkembang di tahun 1937. Sebelum itu tidak dikenal. Blue Moon dinisbatkan kepada Bulan purnama kedua dalam sebuah bulan kalender Gregorian / Tarikh Umum terutama pada kondisi dimana dalam setahun Gregorian terjadi 13 kali Bulan purnama," kata Marufin kepada Kompas.com, Sabtu (30/5/2026).

Secara normal, dalam setahun kalender Masehi dari Januari hingga Desember hanya terjadi 12 kali Bulan purnama.

Namun, jika Bulan purnama di awal tahun kebetulan jatuh di pertengahan bulan kalender, maka akan ada satu bulan yang memiliki dua kali Bulan purnama.

Nah, purnama kedua di bulan yang sama itulah yang disebut sebagai Blue Moon, dan untuk tahun 2026 ini, momen tersebut jatuh pada bulan Mei ini.

Berbeda dengan kejadian Micromoon yang rutin terjadi di pertengahan tahun, kemunculan Blue Moon ini tergolong acak. Rata-rata fenomena ini hanya muncul setiap 32 hingga 33 bulan sekali, atau sekitar 41 kali saja dalam satu abad.

Mengenal Micromoon

Pada Senin malam, langit malam akan dihiasi Micromoon.

Sama seperti Bulan Biru, istilah Micromoon juga merupakan penamaan populer dari masyarakat dan bukan istilah resmi astronomi.

"Seperti halnya kosakata Supermoon dan Bluemoon, kosakata Micromoon juga tidak memiliki latar belakang ilmiah astronomi. Astronom umumnya menggunakan istilah Bulan purnama apogean, karena fase purnama terjadi di sekitar titik apoge Bulan (yakni titik dimana Bulan menempati jarak terjauhnya terhadap Bumi)."

Ketika berada di titik apoge ini, Bulan berada pada jarak sekitar 406.000 kilometer dari pusat Bumi. 

Jarak yang menjauh ini membuat ukuran Bulan purnama terlihat sekitar 10 persen lebih kecil jika dibandingkan saat terjadi Supermoon (purnama terdekat).

Meski dibilang "mengecil", Anda jangan berkecil hati jika tidak melihat ada perubahan ukuran pada Bulan besok malam.

Marufin Sudibyo mengingatkan bahwa fenomena mengecilnya Bulan ini tidak akan bisa disadari jika hanya dilihat begitu saja.

"Secara kasat mata ‘mengecilnya’ ketampakan Bulan tidak bisa dideteksi dengan mata telanjang. Kita membutuhkan perangkat teleskop dan kameranya untuk merekam Bulan dan membandingkannya dengan rekaman menggunakan instrumen sejenis pada saat terjadinya Bulan purnama perigean (Supermoon). Barulah saat itu bisa dikatakan Bulan tampak ‘mengecil’," paparnya.

Lokasi Melihat di Jambi

Sebagai informasi, fenomena astronomi Blue Moon dan Micromoon dapat dilihat dari seluruh tempat di Indonesia, termasuk Jambi.

Apabila langit tidak mendung atau tertutup awan, warga Jambi bisa menyaksikan secara langsung, tanpa menggunakan alat bantu. (*)

Baca juga: Mangkir Dua Kali, Bareskrim Jemput Paksa Influencer Kasus Whip Pink 

Baca juga: 123 Pabrik Kelapa Sawit Beli TBS dengan Harga Murah Termasuk di Jambi, Kementan Ancam Cabut Izin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved