Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Human Insterest Story

Perjuangan Wiwin Hapus Stigma Eks Lokalisasi Payo Sigadung: Saya Cinta Kampung Ini

Sejak resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Jambi, aktivitas dunia malam yang sempat memuncak pada 2020 kini nyaris tak terlihat

Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
BELAJAR MENGAJI - Potret anak-anak belajar mengaji di Musala Al Arfa di kawasan eks lokalisasi Payo Sigadung. Ketua RT 05, Wiwin, berjuang mengubah stigma kawasan tersebut. Inset: Ketua RT 05 Kelurahan Rawasari, Wiwin. 

Selama puluhan tahun, Payo Sigadung dikenal sebagai salah satu pusat prostitusi terbesar di Kota Jambi.

Namun kini, kawasan yang akrab disebut Pucuk itu perlahan berubah dan mulai meninggalkan citra lamanya.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Jambi, aktivitas dunia malam yang sempat memuncak pada 2020 dan mulai meredup pada 2025, kini nyaris tak terlihat lagi.

Jurnalis Tribunjambi.com mengunjungi kawasan eks lokalisasi tersebut beberapa waktu lalu.

Kondisinya sudah jauh berbeda. Kini, sudah menyerupai permukiman biasa.

Meski demikian, menghapus stigma negatif yang melekat di masyarakat bukan perkara mudah.

Yang sebagian orang tau, kawasan itu dulu merupakan tempat prostitusi yang juga dikenal dengan istilah Pucuk.

Hal ini dirasakan langsung oleh Wiwin, Ketua RT 05 Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Wiwin yang juga merupakan anak dari mantan muncikari di kawasan itu mengaku kerap memikirkan masa depan anak-anak yang tinggal di sana.

Menurutnya, anak-anak dari kawasan tersebut sering mendapat penilaian kurang baik dari orang luar saat mengetahui latar belakang tempat tinggal mereka.

Stigma tersebut muncul karena kawasan itu telah lebih dari 40 tahun dikenal sebagai lokasi prostitusi.

Di tengah kondisi itu, Wiwin bersama warga mulai melakukan perubahan secara bertahap.

Musala Kecil

anak-anak mengaji di musala eks lokalisasi pucuk 06042026
BELAJAR MENGAJI - Potret anak-anak belajar mengaji di Musala Al Arfa di kawasan eks lokalisasi Payo Sigadung. Ketua RT 05, Wiwin, berjuang mengubah stigma kawasan tersebut.

Pada 2024, ia membangun sebuah musala kecil di rumahnya sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Musala tersebut kini menjadi tempat anak-anak belajar mengaji setiap sore.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved