Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kesulitan Nelayan Tanjabtim

Nelayan Tanjabtim Kena 'Jebakan' BBM, Beli Solar Subsidi di Kios Jauh dan Mahal

Sejumlah nelayan mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi. Kondisi itu tak hanya dirasakan di Pangkal Duri Ilir

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
Tribunjambi.com
Tribun Jambi edisi Jumat 27 Maret 2026, irono nelayan pesisir timur Jambi dan solar subsidi. 

Ibnu Hajar (56), nelayan lainnya, menyebut desanya hingga kini belum memiliki pangkalan resmi solar subsidi.

Akibatnya, nelayan harus mencari BBM ke luar desa.

Masalah menjadi semakin rumit saat stok di luar desa kosong.

Mereka terpaksa membeli dari pedagang lokal dengan harga lebih tinggi.

“Harganya bisa Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per liter. Padahal di pangkalan sekitar Rp10 ribu,” katanya.

Kebutuhan solar untuk melaut tidak sedikit.

Untuk area pinggir laut, dibutuhkan sekitar lima hingga enam liter.

Jika melaut lebih jauh ke tengah, konsumsi bisa mencapai sepuluh liter untuk sekali perjalanan pulang-pergi.

“Kalau dihitung, solar saja bisa habis Rp100 ribu. Belum makan dan kebutuhan lain,” ujarnya.

Ibnu berharap pemerintah segera menghadirkan pangkalan solar subsidi di desanya.

Menurutnya, harga yang terjangkau sangat menentukan keberlangsungan hidup nelayan kecil.

“Penghasilan kami tidak menentu. Kalau biaya melaut tinggi, kami makin tertekan,” katanya.

Hidup yang Bergantung Cuaca

Kesulitan nelayan pesisir timur Jambi tak berhenti pada persoalan BBM.

Cuaca menjadi faktor lain yang menentukan ada atau tidaknya penghasilan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved