Khazanah Islami
Bacaan Takbir Idulfitri 1447 Hijriah Lengkap Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Berikut bacaan takbir Idulfitri di malam 1 Syawal serta waktu dimulainya takbiran menurut penjelasan ulama.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM – Berikut bacaan takbir Idulfitri di malam 1 Syawal serta waktu dimulainya takbiran menurut penjelasan ulama.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan terdapat dua pendapat ulama terkait waktu dimulainya takbiran Idulfitri.
Pendapat pertama menyebutkan takbiran dimulai sejak malam hari setelah maghrib menjelang 1 Syawal hingga khatib naik mimbar saat salat Idulfitri.
“Pertama mulai malam Idulfitri, habis maghrib sampai besok khatib salat Idulfitri naik mimbar,” jelasnya.
Sementara pendapat kedua menyebutkan takbiran dimulai pada pagi hari saat umat Islam hendak berangkat menuju lokasi salat Idulfitri.
“Pendapat kedua ketika pagi, mau berangkat menuju tempat salat Ied, itulah baru bertakbir,” tambahnya.
Setelah salat Idulfitri selesai, takbiran pun berakhir. Hal ini berbeda dengan Idul Adha yang masih disunnahkan bertakbir selama hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Adapun bacaan takbir Idulfitri yang sesuai sunnah di antaranya:
“Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.”
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.”
Lafaz ini diriwayatkan dari sejumlah sahabat seperti Ibnu Mas’ud, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi Thalib, dan dinilai sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Selain itu, terdapat variasi lafaz takbir lain yang juga diriwayatkan dalam hadis, meskipun sebagian ulama menilai tidak secara khusus diperuntukkan sebagai takbir hari raya.
Dengan demikian, umat Islam dapat melaksanakan takbiran dengan lafaz yang sederhana sesuai sunnah, sembari menjaga kekhusyukan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Hujan Hambat Rukyatul Hilal di Jambi, Penentuan Idulfitri Tunggu Sidang Isbat
| Jadwal Puasa Sunah Ayyamul Bidh Syawal 1447 H beserta Niat dan Keutamaannya |
|
|---|
| Hukum Menikah dengan Sepupu dalam Perspektif Islam dan Negara Indonesia |
|
|---|
| Hukum Video Call Dengan Lawan Jenis Saat Puasa Ramadan |
|
|---|
| Tanda Amal Ibadah Selama Ramadan Diterima Allah SWT |
|
|---|
| Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 1447 Hijriah? Ini Prakiraannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/bacaan-takbir-yang-dilafalkan-pada-malam-idul-fitri-lengkap-dengan-artinya.jpg)