Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Human Interest Story

Cerita Titik Balik Eks Napi Terorisme yang Pernah Kerja di Lingkungan Densus 88

Pernah bekerja sebagai pekerja harian lepas di Densus 88 tidak membuat M Rofiq lepas dari paparan paham radikalisme.

Tayang:
Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
TERPAPAR RADIKALISME - Eks Napiter M Rofiq menceritakan pengalamannya terpapar radikalisme dan berharap tidak ada warga Jambi lain yang mengalaminya, Senin (2/2/2026). 

"Bapak-bapak semua ini yang di sini itu semua dikafirkan dengan pemahaman ini. Karena apa? Bapak-bapak ini mengajarkan paham-paham di luar Islam,” tuturnya.

“Nah, itu pemahaman yang keliru yang saya pahami dulu. Alhamdulillah, saya banyak belajar, banyak baca,” lanjutnya.

Rofiq mengatakan, perubahan pemahamannya terjadi setelah ia banyak belajar dan membaca.

Saat ini, ia mengaku telah kembali menerima dan mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia kini meyakini bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari iman (Hubbul Wathon Minal Iman).

Menurutnya, dalam salah satu hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mencontohkan kecintaan terhadap negeri Makkah.

“Jadi ketika Rasulullah diperintahkan hijrah ke Madinah, Rasulullah melihat ke belakang ke arah Makkah. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat. Sesungguhnya yang mewajibkan kamu atas hukum Allah Al-Qur'an itu akan mengembalikan engkau kepada negeri asalmu yaitu Makkah, dan terjadilah Fathul Makkah,” terangnya.

“Artinya, cinta tanah air itu adalah sebagian dari iman. Bahwasanya Imam Fathul Bari itu pernah menjelaskan, ketika Rasulullah pulang dari Makkah, dia kemudian melihat Kota Madinah, beliau mempercepat perjalanan ini,” sambungnya.

Ia menambahkan, anggapan bahwa ajaran cinta tanah air merupakan kesesatan (As-Sofiah) adalah keliru.

Menurutnya, As-Sofiah justru merupakan kitab yang memuat fanatisme dan berada dalam jaringan terorisme.

“Mereka merasa paling benar, jika tidak sama dengan mereka maka kafir semuanya, bahkan semua mayoritas musyrik mayoritas muslim-muslim di Indonesia itu dihukumi musyrik sama mereka semua, karena berpaham demokrasi segala macamnya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Rofiq berharap dirinya menjadi warga Jambi terakhir yang pernah terpapar paham radikalisme.

“Saya berharap Jambi damai, tenteram, aman. Kita selamat, beribadah lancar dan semuanya dibarokahkan di negeri ini,” harapnya.

 

(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

 

Baca juga: Kapan Dana Program 100 Juta per RT di Kota Jambi Cair?

Baca juga: Pemuda Pancasila Tuntut Setop Batu Bara setelah Ketua MPC Merangin Jadi Korban

Baca juga: Dua Polisi dari 4 Tersangka Rudapaksa Perempuan di Jambi Segera Disidang Etik

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved