Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dampak Dolar Naik ke Jambi

Harga Ayam Potong di Pasar Angso Duo Jambi Turun, Tapi Sepi Pembeli

Meski harga ayam potong di Kota Jambi turun, transaksi di pasar tradisional terbesar di Jambi itu sepi beberapa hari terakhir.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: asto s
Tribunjambi.com/ Srituti Apriliani Putri
HARGA AYAM DI JAMBI - Harga ayam potong di Pasar Angso Duo Jambi mengalami penurunan pascaIduladha, Senin (8/6/2026). Namun, yang terjadi pembeli justru sepi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harga ayam potong di Pasar Angso Duo Jambi mengalami penurunan pascaIduladha, Senin (8/6/2026). Namun, ternyata pembeli justru sepi.

Pedagang ayam potong, Zarkasih, mengatakan harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram. 

Harga itu turun dibandingkan saat momen Hari Raya Iduladha lalu yang sempat menyentuh Rp37 ribu per kilogram.

“Sekarang Rp35 ribu per kilogram. Waktu lebaran kemarin sempat naik, tapi sekarang sudah turun lagi,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Selain harga yang relatif lebih murah, pasokan ayam potong juga disebut melimpah. 

Meski demikian, penurunan harga belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pembelian dari masyarakat umum.

Aktivitas transaksi di pasar tradisional terbesar di Jambi itu sepi dalam beberapa hari terakhir.

Mengpa Penjual Masih Bisa Betahan?

Menurut Zarkasih, perputaran penjualan masih terbantu oleh pesanan dalam jumlah besar dari pelanggan tetap, seperti rumah makan dan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kalau dari masyarakat umum memang daya belinya kurang. Yang masih menolong penjualan itu pesanan MBG dan langganan rumah makan,” katanya.

Dari Dolar AS ke Ayam di Pasar

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengakui bahwa hingga awal Juni 2026, gejolak nilai tukar rupiah belum dirasakan secara langsung di tingkat pedagang eceran pasar tradisional.

Menurut Reynaldi, pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, mayoritas komoditas pangan pokok justru menunjukkan tren penurunan harga. 

Kondisi tersebut dipengaruhi meredanya volume permintaan masyarakat setelah momentum hari raya berlalu.

“Kami lihat sampai sekarang dampak pelemahan rupiah belum terasa di pedagang. Yang terjadi justru banyak harga turun karena permintaan menurun pasca-Idul Adha,” ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (7/6/2026).

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved