Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Fenomena Geng Motor di Jambi

DPMPPA Kota Jambi: Geng Motor dan Persoalan Keluarga

Kepala DPMPA Kota Jambi, Noverintiwi Dewanti, menuturkan sebagian besar anak yang terlibat geng motor berasal dari keluarga yang tidak harmonis. 

Tayang:
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
Tribun Jambi
Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverintiwi Dewanti. 

Dibawa ke SPN

Sebelumnya, DPMPA Kota Jambi pernah menangani sejumlah kasus remaja geng motor dengan cara mengirim mereka ke Sekolah Polisi Negara (SPN) untuk pembinaan. 

Pendekatan yang dilakukan pemerintah lebih bersifat persuasif dan edukatif, bukan semata-mata hukuman. 

Langkah hukum akan diambil hanya jika anak telah berulang kali melakukan pelanggaran dan mengganggu ketertiban masyarakat.

Tribun Jambi edisi Selasa 28 Oktober 2025, mengulas anggota geng motor di Kota Jambi yang diancam tak dapat warisan keluarga.
Tribun Jambi edisi Selasa 28 Oktober 2025, mengulas anggota geng motor di Kota Jambi yang diancam tak dapat warisan keluarga. (Tribun Jambi)

"Anak-anak ini tetap bisa diproses hukum, tetapi prosedurnya berbeda dengan orang dewasa. Keputusan selalu mempertimbangkan masa depan anak,” ungkapnya. 

Pemerintah lebih mengedepankan pembinaan agar masa depan mereka tidak terancam.

DPMPA juga mencatat bahwa sebagian besar remaja yang terlibat geng motor melakukan tindakan tersebut karena ikut-ikutan dan ingin mendapat pengakuan diri di lingkungan sosialnya. 

“Mereka ingin dianggap hebat atau diterima oleh kelompoknya,” jelasnya.

Meski begitu, tak sedikit di antara mereka yang menyesal setelah ditangkap. 

Dalam beberapa kasus, DPMPA menemukan adanya perbedaan sikap antara anggota biasa dan pemimpin kelompok itu. 

"Ada yang menyesal, tapi ada juga yang tidak. Biasanya ketua geng lebih cuek dan tidak menunjukkan rasa bersalah," ungkapnya.

Pendampingan Psikolog

Untuk itu, DPMPA selalu melibatkan psikolog dalam proses pendampingan anak-anak pelaku geng motor

Pendampingan ini dilakukan sejak awal hingga proses pemulihan mental selesai. 
Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan mereka ke jalur yang lebih positif dan mencegah keterlibatan kembali dalam tindakan kriminal.

Fenomena geng motor di Jambi, menurut DPMPA, tidak hanya bisa diselesaikan dengan aturan atau razia. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved